• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Antara Doa dan Ambisi

Refleksi

by portall news
March 16, 2026
in Headline
Antara Doa dan Ambisi

Prof. Dr. Sudjarwo, M. S.

109
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati

PORTALLNEWS. ID (Bandar Lampung) – Pejabat itu begitu sampai di kantor menyandarkan punggungnya di kursi sambil tersenyum puas, seraya berkata kepada stafnya. “Saya tadi malam shalat malam,” katanya ringan. “Kalau kita rutin bangun malam, apa pun yang kita minta pasti dikabulkan. Saya selalu yakin begitu.”
Staf yang duduk di depannya mengangguk pelan. “Bapak sering sekali bangun malam, ya.”
“Tentu,” jawab pejabat itu dengan nada percaya diri. “Saya selalu punya permintaan yang saya sampaikan. Saya yakin Tuhan akan menuruti. Tinggal menunggu waktu saja.”
Staf itu terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata dengan hati-hati. “Bukankah shalat malam seharusnya juga tentang mendekatkan diri kepada Tuhan, Pak? Bukan hanya tentang apa yang kita inginkan.”
Pejabat itu tertawa kecil. “Ya tidak salah juga meminta. Justru itu gunanya doa. Kita bangun malam supaya keinginan kita didengar.”

Staf itu menatap meja sejenak, lalu kembali berbicara dengan suara tenang. “Meminta memang tidak salah, Pak. Tapi kadang saya berpikir, apakah kita datang karena rindu kepada Tuhan, atau karena ingin sesuatu dari-Nya.”
Pejabat itu sedikit terdiam mendengar kalimat itu. Staf itu melanjutkan pelan, “Kalau yang kita cari hanya keinginan kita sendiri, mungkin tanpa sadar kita seperti memaksa Tuhan mengikuti rencana kita. Padahal bisa jadi Tuhan memiliki rencana yang lebih baik.”
Banyak di antara kita bangun pada malam hari dengan tangan terangkat dan doa yang panjang. Dalam keheningan yang seharusnya penuh kedekatan dengan Tuhan, justru sering kali hati kita dipenuhi daftar keinginan. Kita datang bukan karena rindu untuk bersujud, tetapi karena ada sesuatu yang ingin didapatkan. Malam yang seharusnya menjadi ruang perjumpaan yang tulus berubah menjadi waktu untuk menyampaikan tuntutan bahkan paksaan. Tanpa disadari, doa yang kita panjatkan terkadang lebih mirip permohonan yang mendesak daripada ungkapan cinta kepada Sang Pencipta.

Baca Juga

Teror Air Keras Sasar Andrie Yunus, KontraS: Upaya Pembungkaman

SD Al Kautsar Gelar Baksos Ramadan Bagikan 538 Paket Sambako

Berkah Ramadan untuk Para Pejuang Jalanan: Ojol Bandar Lampung Terima Beras dan Harapan Baru

Malam memang memiliki keistimewaan. Ketika dunia menjadi sunyi dan kebisingan kehidupan mereda, manusia memiliki kesempatan untuk berbicara dengan hatinya sendiri. Pada saat seperti itu, jarak antara manusia dan Tuhannya seharusnya terasa lebih dekat. Namun kenyataannya, banyak orang memanfaatkan waktu itu hanya ketika mereka sedang terdesak oleh masalah. Kesulitan hidup, kegagalan, ketakutan, dan keinginan yang belum tercapai mendorong mereka untuk bangun malam. Mereka datang dengan harapan agar Tuhan segera mengabulkan apa yang mereka minta.

Tidak salah jika manusia berdoa dan meminta. Meminta adalah bagian dari hubungan antara makhluk dan Penciptanya. Tetapi yang sering luput adalah niat di balik permintaan itu. Ada perbedaan besar antara seorang hamba yang datang karena rindu kepada Tuhannya dan seorang hamba yang datang karena ingin memaksa kehendaknya terjadi. Rindu melahirkan kerendahan hati, sedangkan tuntutan sering kali lahir dari keinginan yang terlalu kuat terhadap dunia.

Ketika seseorang bangun malam karena rindu, ia tidak selalu membawa daftar permintaan. Ia datang untuk bersujud, untuk mengingat kebesaran Tuhan, dan untuk mengakui kelemahannya sebagai manusia. Dalam sujud itu terdapat rasa syukur, penyesalan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Doa yang lahir dari kerinduan biasanya lebih tenang, lebih tulus, dan tidak dipenuhi dengan desakan. Ia memahami bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik, bahkan sebelum manusia mengucapkannya.

Sebaliknya, ketika bangun malam hanya untuk menuntut, hubungan spiritual menjadi terasa sempit. Doa dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang berisi keinginan pribadi. Kadang bahkan muncul kekecewaan ketika apa yang diminta tidak segera terwujud. Seolah-olah doa menjadi sebuah transaksi: manusia beribadah dengan harapan imbalan tertentu. Jika harapan itu tidak terpenuhi, maka rasa kecewa perlahan muncul dalam hati.

Sikap seperti ini sebenarnya menunjukkan betapa mudahnya manusia terjebak dalam ego dirinya sendiri. Kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencananya. Kita berharap Tuhan menyetujui semua keinginan kita tanpa mempertimbangkan apakah itu benar-benar baik bagi kehidupan kita. Padahal, kebijaksanaan Tuhan jauh melampaui pemahaman manusia yang terbatas.

Malam seharusnya menjadi waktu untuk membersihkan hati dari kesombongan tersebut. Dalam kesunyian, manusia dapat menyadari betapa kecil dirinya di hadapan kekuasaan Tuhan. Saat dahi menyentuh lantai, sebenarnya itu adalah simbol bahwa manusia meletakkan seluruh egonya di hadapan Sang Pencipta. Ia mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kuasa apa pun tanpa izin dari Tuhan.
Kesadaran ini dapat mengubah cara seseorang berdoa. Permintaan tetap ada, tetapi tidak lagi disertai dengan sikap memaksa. Ia memohon dengan penuh harap, namun juga dengan kerelaan menerima apa pun keputusan Tuhan. Hatinya lebih lapang, karena ia percaya bahwa setiap ketetapan memiliki hikmah yang mungkin belum dipahami saat ini.

Kerinduan kepada Tuhan juga membuat seseorang tidak hanya datang ketika membutuhkan sesuatu. Ia tetap bangun malam meskipun hidupnya sedang baik-baik saja. Ia tetap bersujud meskipun tidak ada masalah besar yang sedang dihadapi. Kehadirannya dalam ibadah tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada rasa cinta yang tumbuh dalam hatinya.

Ketika kerinduan itu mulai tumbuh, malam tidak lagi terasa sebagai beban. Bangun dari tidur menjadi sebuah panggilan yang lembut bagi jiwa. Dalam keheningan, seseorang merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk dunia. Ia tidak lagi sekadar meminta, tetapi juga menikmati kedekatan dengan Tuhannya.

Pada akhirnya, pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah alasan di balik langkah kita ketika bangun di tengah malam. Apakah kita datang karena hati yang rindu, atau karena keinginan yang ingin segera terpenuhi? Apakah doa kita lahir dari kerendahan hati, atau dari keinginan untuk mengatur takdir sesuai dengan rencana kita?

Malam selalu memberikan kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki niatnya. Ia mengajarkan bahwa hubungan dengan Tuhan tidak seharusnya dibangun di atas tuntutan, tetapi di atas cinta dan ketundukan. Ketika manusia belajar datang dengan hati yang tulus, maka doa tidak lagi menjadi alat untuk memaksa kehendak, melainkan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Salam Lailatul Qadar (R-1)

Previous Post

Teror Air Keras Sasar Andrie Yunus, KontraS: Upaya Pembungkaman

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Antara Doa dan Ambisi
  • Teror Air Keras Sasar Andrie Yunus, KontraS: Upaya Pembungkaman
  • SD Al Kautsar Gelar Baksos Ramadan Bagikan 538 Paket Sambako
  • Berkah Ramadan untuk Para Pejuang Jalanan: Ojol Bandar Lampung Terima Beras dan Harapan Baru
  • SMSI Bandar Lampung Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist