PORTALLNEWS.ID ( Lampung Timur ) – Penantian panjang warga di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) selama 43 tahun menemui titik terang. Pemerintah pusat secara resmi memulai pembangunan pagar pembatas raksasa sepanjang 138 kilometer untuk mengakhiri konflik berdarah antara manusia dan gajah liar yang telah berlangsung sejak 1983.
Keputusan ini tergolong spektakuler. Pasalnya, usulan awal dari Pemerintah Daerah pada November 2025 hanya sepanjang 11 kilometer. Namun, Presiden Prabowo Subianto menilai angka tersebut tidak akan cukup untuk memberikan solusi permanen.
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa penambahan panjang pagar hingga belasan kali lipat ini adalah perintah langsung Presiden untuk menyelamatkan nyawa dan ekonomi warga.
“Kalau hanya 11 kilometer, konflik tidak akan selesai. Ini masalah kronis selama 43 tahun yang merusak lahan dan menghambat ekonomi desa. Presiden memutuskan 138 kilometer sebagai solusi permanen,” tegas Raja Juli Antoni dalam Forum Rembuk TNWK, Kamis (26/3/2026).
Transformasi Ekonomi di 27 Desa Penyangga
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut proyek ini sebagai “fajar baru” bagi petani singkong, padi, dan jagung di sekitar kawasan. Selama puluhan tahun, warga dihantui kecemasan akan serangan gajah yang merusak hasil panen.
- Keamanan Lahan: Dengan pagar baja ini, petani bisa kembali memaksimalkan lahan mereka tanpa rasa takut.
- Komoditas Baru: Pemerintah berencana mengembangkan budidaya madu dan serai di sepanjang jalur pembatas.
- Wisata Berbasis Warga: Kawasan pembatas berpotensi menjadi destinasi wisata konservasi yang dikelola masyarakat.
Teknologi Baja dan Target Kilat
Secara teknis, pagar ini bukan pembatas biasa. Konstruksinya menggunakan baja pipa berdiameter besar dengan sistem penahan gaya khusus yang mampu menahan tekanan fisik gajah.
Meski medannya menantang, pemerintah menargetkan proyek raksasa ini rampung dalam waktu singkat, yakni 3 hingga 4 bulan. Pendanaannya pun menggunakan skema blended finance (pendanaan campuran) yang melibatkan sektor swasta dan lembaga non-pemerintah guna memastikan keberlanjutan program.
Momentum Sejarah Sejak 1983
Para kepala desa di penyangga TNWK menyambut emosional dimulainya pembangunan ini. Bagi mereka, ini bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan pemulihan martabat dan rasa aman warga yang sudah terenggut hampir setengah abad.
Dengan hutan yang terjaga dan warga yang sejahtera, Way Kambas diproyeksikan menjadi percontohan dunia dalam menyelaraskan konservasi satwa liar dengan kehidupan manusia.



Recent Comments