PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Seorang karyawan Yayasan Al Kautsar bergegas mengambil tabung alat pemadam api ringan (APAR) ukuran 6 kilogram (kg). Tangannya sigap memutar pin pengunci tuas hingga segel putus. Dengan jarak sekitar lima meter dari pusat api yang menyala besar, dia mengarahkan selang ke sumber api dan bubuk putih bertebaran memadamkan titik-titik api.
“Pssssss…,” suara tabung APAR berdesis keras saat digunakan. Dry chemical powder (DCP) yang mirip asap putih menyebar menjangkau semua sumber api. Hanya dalam satu menit, api yang bersumber dari tumpukan kayu dan ban bekas tersebut berhasil dipadamkan.
Begitulah kegiatan Simulasi Penggunaan APAR yang diikuti oleh 37 karyawan Al Kautsar, Selasa, 28 April 2026. Simulasi dibimbing langsung oleh tim Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung.
Di lapangan dekat pembuangan sampah akhir Al Kautsar terlihat sekitar 37 APAR berbagai ukuran yang disiapkan untuk kegiatan simulasi pemadaman api. Satu persatu karyawan Al Kautsar dilatih menggunakan tabung pemadan api tersebut.
Sebelum kegiatan simulasi, Personel Pemadan Kebakaran Kota Bandar Lampung, Nangyu, terlebih dahulu menjelaskan tentang jenis tabung APAR, ukuran tabung, kandungan, serta cara penggunaannya.
“Untuk tabung yang digunakan di Al Kautsar ini adalah jenis dry chemical powder atau DCP. Bisa untuk memadamkan semua jenis sumber api, misal kebakaran karena listrik, bensin, solar, kayu, maupun kompos gas,” jelas Nangyu.
Lalu, dia memperagakan penggunaan APAR dimulai dengan memutar pin pengunci tuas hingga segelnya putus, melepas pin, memegang ujung selang dan menekan tuas.
“Saat menggunakan APAR jangan terlalu dekat dengan sumber api dan posisi harus berlawanan dengan arah angin untuk mengindari jilatan api,” tuturnya.
Usai penjasan tersebut, satu per satu karyawan Al Kautsar yang terdiri dari petugas keamanan dan staf tata usaha dari semua unit di Al Kautsar melakukan praktik penggunaan APAR.
Staf Inventaris Barang Yayasan Al Kautsar, Wendy mengatakan simulasi penggunaan APAR ini dilakukan setiap tahun bersamaan dengan isi ulang 37 tabung APAR milik Yayasan Al Kautsar yang terdiri dari berbagai ukuran.
“Kegiatan simulasi ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk melatih petugas yang sering di lapangan dan di gedung, seperti satpam, petugas kebersihan dan staf TU. Harapannya semua petugas paham dan bisa menggunalan APAR untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran,” kata Wendy.
Dia mengaku, selama ini tidak pernah terjadi peristiwa kebakaran di Al Kautsar, tetapi sesuai prosedur standar keamanan, maka setiap gedung selalu disiapkan tabung APAR dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan dan risiko kebakaran.
“Kita ada tabung 20 kg, itu ditaruhnya di kantin, lalu tabung-tabung kecil ukuran 6 kg, 5 kg, 3 kg dan 1,2 kg disebar di semua gedung yang ada di lingkungan Al Kautsar,” ujar Wendy. (R-1)


Recent Comments