PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan Program Satu Desa Satu Sarjana yang akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi swasta mulai 2027.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan program tersebut menyasar pemuda dari sekitar 2.600 desa di Lampung. Dengan demikian, setiap tahun ditargetkan ada sekitar 2.600 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa.
Hal tersebut disampaikan Mirza saat menyambut jajaran pengurus pusat dan daerah Persyarikatan Muhammadiyah di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis malam (25/6/2026).
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-17 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) yang berlangsung 25-27 Juni 2026 di Hotel Emersia Bandar Lampung.
“Kalau ada sekitar 2.600 desa di Lampung, berarti ada 2.600 anak yang akan kami berikan beasiswa setiap tahun. Kami berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat menjadi salah satu mitra utama dalam menyukseskan program ini,” ujar Mirza.
Gandeng Muhammadiyah
Mirza mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Lampung sebagai tuan rumah Rakernas ALPTK PTMA ke-17. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi momentum memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Ia menilai Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia di Lampung melalui berbagai lembaga pendidikan yang dikelolanya.
“Kemajuan Provinsi Lampung hari ini tentunya tidak luput dari sumbangsih Muhammadiyah yang telah berkiprah di Provinsi Lampung dan mendidik sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Mirza.
Karena itu, Pemprov Lampung membuka ruang kerja sama dengan Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,” ujarnya.
Perkuat Pendidikan Vokasi
Selain pendidikan akademik, Mirza menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang dinilai mampu mempercepat lulusan memasuki dunia kerja.
Pemprov Lampung, kata dia, akan memperkuat pengembangan pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Mirza juga menilai peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sangat penting dalam menyiapkan guru yang berkualitas.
Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, akhlak, dan daya saing generasi muda.
Pandangan tersebut sejalan dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq yang menekankan pentingnya penguatan ekosistem LPTK untuk menghasilkan calon guru berkualitas.
Rakernas ALPTK PTMA ke-17 diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat pendidikan tenaga kependidikan, meningkatkan kualitas guru, serta mempererat kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, dan Muhammadiyah dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami ucapkan selamat mengikuti Rapat Kerja Nasional ALPTK PTMA. Semoga menghasilkan putusan-putusan strategis yang membawa kemajuan bagi dunia pendidikan Indonesia dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkas Mirza.






Recent Comments