• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Saturday, September 19, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirza Bidik Ekonomi Lampung Tumbuh 8 Persen, BI Dorong Hilirisasi dan Investasi

by portall news
September 18, 2026
in Ekonomi, Headline
Mirza Bidik Ekonomi Lampung Tumbuh 8 Persen, BI Dorong Hilirisasi dan Investasi
104
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung )- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan hilirisasi komoditas unggulan dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung menuju target 8 persen.

Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri pembukaan Lampung Begawi x Siger Fest 2026 yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Jumat (18/9/2026).

Menurut Mirza, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, pelaku UMKM, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga

SD Al Kautsar Gelar Market Day Asah Jiwa Kewirausahaan Siswa

Efek Moro yang Tertinggal

Octa Dapat Mandat Pimpin KAPMI Jawa Barat

“Idenya Siger Fest ini bagaimana mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi. Ini sangat penting sekali bagi kami. Kami sadar kita punya target bagaimana kita harus tumbuh 8 persen ke depan untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Mirza mengatakan, Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi gabah atau padi Lampung mencapai sekitar 3,5 juta ton, dengan sebagian produksinya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pangan di sejumlah provinsi.

Selain padi, Lampung juga memiliki komoditas unggulan lain, seperti jagung, tapioka, kopi, lada, dan gula. Potensi tersebut, menurut Mirza, menjadi modal penting untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.

Namun, ia menilai besarnya potensi komoditas belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani. Selama ini, pendapatan petani masih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas mentah.

“Selama 15 tahun, Provinsi Lampung ini pertumbuhan ekonominya selalu di bawah rata-rata nasional. 2026 kemarin kita nomor dua tertinggi se-Sumatera, jadi setelah Kepri, Lampung, karena harga komoditas,” ujar Mirza.

Pertumbuhan ekonomi tersebut juga tercermin dari aktivitas sektor perbankan. Dana Pihak Ketiga (DPK) di Lampung disebut tumbuh hampir 7 persen secara tahunan atau year-on-year.

Meski demikian, Mirza menegaskan pertumbuhan ekonomi ke depan tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan tata niaga dan kenaikan harga komoditas.

Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting untuk menciptakan nilai tambah di daerah. Saat ini, baru sekitar 30 persen komoditas Lampung yang telah masuk proses hilirisasi.

“Hari ini kami tumbuh karena didukung oleh kebijakannya Presiden, dipaksa naik harganya. Tapi ke depan untuk mencapai 8 persen tidak bisa hanya dengan regulasi. Harus ada kolaborasi, harus ada kreativitas, harus ada inovasi, dan tentunya yang paling penting sesuai dengan RPJMN kita harus melakukan hilirisasi. Kami melihat baru 30 persen komoditas kami yang dihilirisasi di Lampung,” tuturnya.

Strategi hilirisasi akan diarahkan melalui dua pendekatan. Pertama, pengembangan industri berbasis sentra perdesaan, seperti industri pakan ayam lokal serta penguatan pengolahan pascapanen kopi dan kakao.

Kedua, pengembangan hilirisasi skala lanjut melalui kawasan industri manufaktur untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.

Perkembangan sektor pertanian juga diikuti peningkatan penggunaan teknologi. Belanja alat dan mesin pertanian (alsintan) di Lampung disebut meningkat hampir 200 persen, sedangkan armada logistik truk tumbuh sekitar 50 persen.

Selain pertanian, Mirza melihat peluang pertumbuhan dari sektor energi baru terbarukan dan pariwisata. Arus wisatawan domestik disebut meningkat dari sekitar 17 juta kunjungan pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025.

Potensi tersebut semakin didukung struktur demografi Lampung, di mana sekitar 71 persen penduduk berada dalam kelompok usia produktif.

Di akhir sambutannya, Mirza mengajak Bank Indonesia dan sektor perbankan ikut mengawal penyederhanaan regulasi dan perizinan investasi agar berbagai hambatan investasi di daerah dapat segera diatasi.

“Saya yakin salah satu fondasi kemajuan Indonesia itu syaratnya cuma satu, ketika daerah-daerahnya menjadi kuat. Fondasi utama pertumbuhan ekonomi ke depan ketika pertumbuhan di daerah itu akan kuat. Ketika Lampung tumbuh, Lampung maju, ekonomi masyarakat makmur, cita-cita presiden kita akan tercapai, Indonesia akan jauh lebih makmur ke depan,” pungkasnya.

BI Dorong Hilirisasi dan Investasi

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Lampung yang mencapai 5,29 persen pada triwulan II 2026. Angka tersebut menempatkan Lampung sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera.

Thomas mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang antara lain oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi menghasilkan nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai tambah yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, seperti Pak Gub sampaikan, hilirisasi dan investasi menjadi luar biasa pentingnya,” ujar Thomas.

Thomas menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter dan inflasi, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan sektor ekonomi riil.

Sinergi dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Danantara untuk memperkuat investasi. BI juga akan mengoptimalkan jaringan kantor perwakilan di dalam dan luar negeri untuk memperkenalkan potensi investasi Lampung kepada investor.

Dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, BI menjalankan tiga pendekatan utama, yakni memperkuat kemitraan usaha, meningkatkan kapasitas manajerial dan kualitas produk, serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

Komoditas unggulan Lampung seperti olahan pisang, kopi, dan wastra juga terus didorong agar dapat masuk ke rantai pasok global dan pasar ekspor.

Di sisi digitalisasi, hingga Juli 2026 tercatat sekitar 1,6 juta pengguna QRIS di Lampung atau tumbuh 17,38 persen secara tahunan. Jumlah merchant QRIS mencapai sekitar 916 ribu dan tumbuh 29,29 persen secara tahunan.

Lampung Begawi Masuk Babak Baru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan Lampung Begawi tahun ini membawa konsep yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Jika sebelumnya lebih berfokus pada pameran produk UMKM, tahun ini Lampung Begawi juga diarahkan untuk memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka ruang investasi.

“Sebelumnya kegiatan seperti ini murni merupakan showcasing dari produk UMKM. Namun demikian, pada tahun ini kami coba untuk memberikan warna bahwa kami ingin menyampaikan informasi apa yang sudah kami lakukan. Jadi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan UMKM, tapi bagaimana kami juga bisa bekerja sama dengan provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya tentu saja memberikan nilai tambah bagi produk unggulan Provinsi Lampung,” ujar Bimo.

Bimo menambahkan, digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam mendorong efisiensi ekonomi daerah. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kebocoran penerimaan, tetapi juga dapat mempercepat dan memperluas aktivitas ekonomi serta ekosistem keuangan digital di Lampung.

Previous Post

TK Al Kautsar Ajarkan Adab Makan Lewat Kegiatan Table Manner

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Mirza Bidik Ekonomi Lampung Tumbuh 8 Persen, BI Dorong Hilirisasi dan Investasi
  • TK Al Kautsar Ajarkan Adab Makan Lewat Kegiatan Table Manner
  • SD Al Kautsar Gelar Market Day Asah Jiwa Kewirausahaan Siswa
  • Efek Moro yang Tertinggal
  • 8 Siswa SMA Al Kautsar Melaju ke OMI Tingkat Provinsi

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist