PORTALLNEWS.ID (Lampung Selatan) – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melepas 288 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mengikuti tiga program KKN, yakni KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KKN Bilateral, dan KKN Kebangsaan.
Rinciannya, PPM diikuti oleh 268 mahasiswa. Mereka akan disebar di 14 Desa di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Lalu, KKN Bilateral antara ITERA dan Universitas Bengkulu diikuti oleh 10 mahasiswa, serta KKN Bersama dan KKN Kebangsaan di Palangkaraya juga diikuti oleh 10 mahasiswa.
Secara simbolis, kegiatan pelepasan 288 mahasiswa KKN digelar di depan Gedung Kuliah Umum (GKU) ITERA, Senin (6/6/2022).
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ITERA Prof. Dr. Sukrasno, M.S., menyampaikan, fokus tugas mahasiswa KKN adalah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui keunggulan dan potensi yang ada di masyarakat lokasi KKN.
“Mahasiswa KKN datang untuk menjadi fasilitator bersama masyarakat, menemukan potensi dan menyelesaikan problem mereka,” ujar Prof. Sukrasno.
Sementara Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITERA, Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan, terdapat 14 dosen pembimbing lapangan yang akan mendampingi 288 mahasiswa KKN.
Menurutnya, KKN tatap muka ini perdana digelar ITERA setelah dua tahun masa pandemi Covid-19. Namun, Acep menekankan, dalam pelaksanaannya, mahasiswa tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Lebih lanjut, Acep mengingatkan kepada mahasiwa KKN agar menampilkan perilaku (akhlak) yang baik, sebab selain membawa nama baik almamater kampus ITERA, mahasiswa juga secara otomatis melakukan sosialisasi kampus kepada masyarakat.
“Image kampus kita di mata masyarakat sangat ditentukan dengan profil dan sikap kalian ketika berada di lokasi KKN. Kalau image-nya kurang baik, tentu mereka akan enggan memasukkan putra-putrinya ke kampus kita,” ujar Acep.
Ketua KKN ITERA Edo Kharisma Army, S.T., M.T menjelaskan, pelaksanaan KKN ITERA tahun 2022 meliputi KKN PPM, KKN Kebangsaan, dan KKN Bilateral. Untuk KKN PPM di Candipuro Lampung Selatan berorientasi pada penyelesaian masalah dan keberlanjutan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Agrowisata.
Sementara , KKN Kebangsaan dan KKN Bersama dilaksanakan di Palangkaraya dengan tema “Mahasiswa Mengambil Peran Aktif dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Nasional.”
“Selanjutnya, untuk KKN Bilateral dilaksanakan di Kabupaten Kaur yang merupakan perbatasan Lampung-Bengkulu. KKN ini mengusung tema Pemberdayaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Provinsi Bengkulu,” tuturnya. (RLS/R-1)
Recent Comments