• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, April 12, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Antara Air Mata dan Tawa

Refleksi

by portall news
April 12, 2026
in Headline
Antara Air Mata dan Tawa
113
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Hari minggu lalu menghadiri undangan resepsi pernikahan putra dari seorang sahabat karib. Acara seperti ini entah sudah berapa banyak dihadiri di tempat lain, namun entah mengapa untuk yang satu ini ada rasa relung kalbu yang bergetar. Tatkala diminta sambutan atas nama tuan rumah, yang biasanya biasa-biasa saja; namun untuk kali ini ada bisik kalbu yang berucap “sudah berapa banyak yang kau hantarkan keladang harapan”.

Pernikahan selalu menghadirkan suasana yang unik: haru bercampur bahagia, doa bersanding dengan harapan, dan senyum yang sering kali menyembunyikan kegelisahan yang tak terucap. Saat menghadiri sebuah pernikahan, terlebih pernikahan anak sahabat, seseorang tidak hanya menyaksikan sebuah seremoni sakral, tetapi juga ikut larut dalam perenungan panjang tentang kehidupan. Ada rasa bahagia melihat dua insan memulai perjalanan baru, namun di saat yang sama muncul kesadaran bahwa jalan yang akan mereka tempuh bukanlah jalan yang mudah.

Baca Juga

Bandar Lampung Bidik 50% WFH, Wamendagri: Pelayanan Publik Tetap Prima!

Balam ‘Gerebek’ 18 Titik Rawan Banjir, Tanjung Senang Jadi Prioritas!

Orang Benar di Tempat yang Salah

Tidak ada satu pun manusia yang benar-benar mengetahui masa depan pasangan yang baru menikah. Apakah mereka akan selalu berjalan seiring? Apakah mereka mampu melewati badai kehidupan yang tak terduga? Semua pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban pasti. Yang ada hanyalah doa-doa tulus dari orang-orang terdekat agar mereka diberi kekuatan dalam menghadapi setiap ujian, diberi kelapangan hati dalam menerima perbedaan, dan diberi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Kehidupan pada hakikatnya adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan. Pernikahan adalah salah satu bentuk perjalanan yang paling kompleks dalam hidup manusia. Ia bukan hanya tentang cinta yang menggebu di awal pertemuan, melainkan tentang bagaimana cinta itu dirawat, diuji, dan dipertahankan seiring berjalannya waktu. Dua individu yang berbeda latar belakang, karakter, dan kebiasaan dipersatukan dalam satu ikatan yang menuntut keselarasan, kesabaran, dan pengorbanan.

Sering kali kehidupan diibaratkan sebagai perjalanan di atas jalan lurus yang sempit, yang menuntut keseimbangan dan kehati-hatian dalam setiap langkah. Dalam pernikahan, ibarat ini terasa begitu nyata. Kesalahan kecil yang diabaikan bisa tumbuh menjadi masalah besar. Kata-kata yang terucap tanpa pertimbangan bisa melukai hati pasangan. Sikap egois yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengikis kepercayaan yang telah dibangun. Oleh karena itu, menjalani pernikahan memerlukan kesadaran penuh bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Pernikahan bukanlah kisah yang selalu dihiasi kebahagiaan. Ia adalah perpaduan antara suka dan duka, antara harapan dan kenyataan. Ada saat-saat di mana tawa mengalir begitu ringan, mengisi hari-hari dengan kehangatan dan kebersamaan. Dalam momen-momen seperti itu, pasangan merasakan betapa indahnya berbagi hidup dengan seseorang yang dicintai. Namun, ada pula masa-masa sulit yang menghadirkan air mata, ketika masalah datang bertubi-tubi dan kesabaran diuji.

Air mata dalam pernikahan sering kali dipandang sebagai sesuatu yang menyedihkan, padahal ia memiliki makna yang jauh lebih dalam. Air mata adalah bentuk kejujuran emosi, cerminan dari kepedihan yang tidak bisa disembunyikan. Dalam air mata, seseorang belajar tentang arti kesabaran, ketulusan, dan keteguhan hati. Ia mengajarkan bahwa cinta sejati tidak hanya hadir saat bahagia, tetapi juga tetap bertahan ketika keadaan menjadi sulit.

Di sisi lain, tawa adalah energi yang menghidupkan hubungan. Tawa mampu mencairkan suasana yang tegang, menguatkan ikatan emosional, dan menghadirkan kebahagiaan sederhana yang sering kali terlupakan. Dalam tawa, pasangan menemukan alasan untuk tetap bersama, untuk tetap melihat sisi terang dari kehidupan yang tidak selalu ramah. Tawa dan air mata, keduanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pernikahan.

Keseimbangan antara air mata dan tawa menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan hubungan. Terlalu larut dalam kesedihan dapat membuat hubungan terasa berat dan melelahkan. Sebaliknya, terlalu fokus pada kebahagiaan tanpa kesiapan menghadapi kenyataan bisa membuat pasangan rapuh ketika ujian datang. Pernikahan membutuhkan kedewasaan untuk menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, namun tetap memiliki nilai yang harus diperjuangkan.

Dalam perjalanan waktu, pasangan akan dihadapkan pada berbagai ujian: persoalan ekonomi, perbedaan prinsip, tekanan dari lingkungan, hingga perubahan dalam diri masing-masing. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan mudah. Ada kalanya dibutuhkan waktu, pengorbanan, dan kesediaan untuk mengalah demi menjaga keutuhan hubungan. Di sinilah komitmen memainkan peran penting. Komitmen bukan hanya janji yang diucapkan di awal pernikahan, tetapi keputusan yang harus diperbarui setiap hari.

Pernikahan juga mengajarkan tentang pentingnya komunikasi. Banyak hubungan yang retak bukan karena masalah besar, melainkan karena hal-hal kecil yang tidak pernah dibicarakan dengan jujur. Ketika pasangan mampu saling mendengarkan tanpa menghakimi, maka banyak persoalan dapat diselesaikan dengan lebih bijaksana. Sebaliknya, ketika komunikasi terputus, jarak emosional akan semakin melebar.

Selain itu, sikap rendah hati menjadi fondasi yang tak kalah penting. Mengakui kesalahan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kedewasaan. Dalam hubungan, tidak ada pihak yang selalu benar. Setiap orang memiliki kekurangan, dan menerima hal tersebut adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang sehat. Ego yang terlalu tinggi hanya akan memperkeruh keadaan, sementara kerendahan hati membuka jalan menuju perdamaian.

Pada akhirnya, pernikahan adalah perjalanan yang terus berkembang. Ia tidak berhenti pada hari pernikahan, melainkan baru saja dimulai. Setiap hari adalah kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan memperkuat ikatan. Dalam perjalanan itu, pasangan akan menulis kisah mereka sendiri—kisah yang penuh warna, yang diwarnai oleh air mata dan tawa.

Maka, ketika menyaksikan sebuah pernikahan, sesungguhnya yang terlihat bukan hanya kebahagiaan sesaat, tetapi awal dari perjalanan panjang yang sarat makna. Doa-doa yang dipanjatkan bukan sekadar tradisi, melainkan harapan tulus agar pasangan tersebut mampu menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan keteguhan hati.

Antara air mata dan tawa, di situlah pernikahan menemukan esensinya. Ia bukan tentang kehidupan yang sempurna tanpa masalah, melainkan tentang keberanian untuk tetap berjalan bersama, apa pun yang terjadi. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak tawa yang tercipta, tetapi dari kemampuan untuk tetap bertahan dan saling menggenggam tangan, bahkan di tengah derasnya air mata. Selamat Menepuh Hidup Baru ananda Ilmahadi Aziz Sudarmono bersama Annisa Gena Saras Agustia. Selamat Ngunduh Mantu Untuk Mas Dar. (R-2)

Previous Post

Bandar Lampung Bidik 50% WFH, Wamendagri: Pelayanan Publik Tetap Prima

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Antara Air Mata dan Tawa
  • Bandar Lampung Bidik 50% WFH, Wamendagri: Pelayanan Publik Tetap Prima
  • Bandar Lampung Bidik 50% WFH, Wamendagri: Pelayanan Publik Tetap Prima!
  • Ratusan Siswa SD se-Bumi Waras Unjuk Gigi di Ajang FLS2N & O2SN 2026
  • Balam ‘Gerebek’ 18 Titik Rawan Banjir, Tanjung Senang Jadi Prioritas!

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist