PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan industri halal, serta perluasan akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan penguatan tersebut diwujudkan melalui partisipasi 10 UMKM binaan dan mitra BI Lampung dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Dalam ajang tersebut, UMKM Lampung menampilkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kopi, teh artisan, keripik, produk kriya, hingga fesyen muslim berbasis wastra khas Lampung.
Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi produk lokal, meningkatkan daya saing UMKM, serta membuka peluang jejaring usaha dan akses pasar yang lebih luas.
Pengembangan ekonomi syariah di Lampung juga menunjukkan hasil melalui penyelenggaraan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) pada Mei 2026. Kegiatan tersebut mencatatkan pembiayaan syariah sekitar Rp230 miliar dan penjualan UMKM sebesar Rp2,56 miliar.
Selain memperluas akses pembiayaan, BI Lampung mendorong penguatan rantai nilai halal melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta kalangan akademisi.
Sepanjang 2026, BI Lampung telah memfasilitasi 100 sertifikat halal UMKM melalui skema self declare dan enam sertifikat melalui skema reguler. BI juga memfasilitasi 32 sertifikat juru sembelih halal serta satu sertifikat halal rumah potong unggas.
Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Penguatan ekonomi syariah di daerah tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam pembukaan ISEF ke-13 pada 14 Oktober 2026, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya sinergi dan transformasi digital untuk memperkuat daya saing ekonomi syariah Indonesia.
Menurut Destry, capaian Indonesia dalam ekonomi syariah perlu menjadi fondasi untuk memperluas pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, serta meningkatkan literasi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, melalui sambutan yang disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, menyampaikan bahwa ekonomi syariah memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing Indonesia.
Peluang tersebut didukung proyeksi belanja masyarakat muslim global yang mencapai 3,56 triliun dolar AS pada 2029. Untuk mengoptimalkannya, pemerintah mendorong penguatan industri halal dan UMKM, perluasan ekspor, kerja sama internasional, serta pengembangan keuangan dan dana sosial syariah.
Indonesia sendiri bertahan di peringkat keempat dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026. Adapun rantai nilai halal nasional tumbuh 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Perkuat Pesantren dan Produk Unggulan Lampung
Selain mengembangkan UMKM, BI Lampung turut memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Hingga 2026, sebanyak 25 pesantren telah mendapatkan pendampingan, dengan 18 di antaranya tergabung dalam Koperasi Serikat Bisnis Pesantren.
Pengembangan keuangan sosial syariah juga dilakukan melalui Gerakan Sadar Wakaf bersama Dompet Dhuafa Lampung. Hingga September 2026, penghimpunan wakaf mencapai Rp93,09 juta, antara lain untuk mendukung pembangunan sumur bor produktif di Kabupaten Pringsewu dan penyediaan alat mesin pertanian.
Di sektor fesyen muslim, BI Lampung mendorong pengembangan kain tapis dan batik Lampung melalui pembinaan perajin, pengembangan desain bersama desainer lokal, serta pendampingan digitalisasi dan pemasaran. Pada ISEF 2026, tiga desainer dan perajin asal Lampung turut berpartisipasi dalam pameran dan peragaan busana IN2MOTION.
Ke depan, BI Lampung bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, produktif, dan berdaya saing.
Melalui penguatan UMKM, industri halal, pesantren, dan keuangan sosial syariah, pengembangan ekonomi syariah diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Lampung.
