Financial Festival 2026, Gubernur Lampung Ingin Gen Z Tak Cuma Jago Scan QRIS, Tapi Pintar Investasi

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Pemanfaatan transaksi digital di Provinsi Lampung tumbuh pesat dengan keberadaan 889 ribu merchant QRIS serta volume transaksi yang mencapai 22,4 juta kali senilai Rp1,87 triliun. Namun, pesatnya digitalisasi ini dinilai perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang kuat agar anak muda mampu mengelola keuangan secara aman dan produktif.

Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam pembukaan Lampung Financial Festival 2026 yang digelar di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah melimpahnya bonus demografi Lampung. Dari total 9,8 juta jiwa penduduk Lampung, lebih dari 45 persen merupakan generasi Gen Z dan Post-Gen Z.

“Gen Z dan Post-Gen Z ini sangat lekat dengan dunia digital. Kita tidak ingin anak-anak muda kita hanya pintar scan QRIS untuk kebutuhan konsumtif semata, tetapi juga harus pintar mengelola uang, belajar berinvestasi di saham maupun reksa dana, hingga berani membuka usaha,” tegas Gubernur.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution, menjelaskan bahwa Lampung Financial Festival 2026 merupakan kelanjutan dari gerakan edukasi keuangan berkelanjutan secara nasional.

“Ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Tahun ini semangat yang sama telah hadir di Yogyakarta melalui gerakan membumikan literasi dan inklusi keuangan. Gerakan ini bergerak dari satu provinsi ke provinsi lain, masuk ke kampus, sekolah, desa, hingga pesantren dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter setiap daerah,” ujar Farid Azhar Nasution.

Ia menambahkan, pemilihan Lampung sebagai tuan rumah bukan hanya karena posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra, melainkan karena data menunjukkan masih adanya ruang besar untuk memperkuat pemanfaatan layanan keuangan secara aman dan produktif.

“Target kita adalah menghadirkan akses keuangan yang aman, adil, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama anak muda memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan menghargai budaya bangsanya, serta para pemimpin terus menyalakan harapan nyata, Indonesia tidak akan pernah kehilangan masa depan. Semoga kegiatan ini melahirkan kebiasaan baru dan tata kelola kegiatan keuangan yang lebih baik,” jelas Farid.

Penguatan literasi keuangan di Lampung menjadi krusial mengingat indeks inklusi keuangan daerah ini telah mencapai 90,94 persen, namun indeks literasi keuangannya masih harus terus dipacu. Ditambah lagi, Lampung memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan pertumbuhan mencapai 5,29 persen (tertinggi kedua di Sumatra) serta ditopang oleh komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, hingga nenas yang menyumbang 23 persen pasokan dunia.

Gubernur Rahmat Mirzani meyakini, perpaduan antara potensi komoditas unggulan, bonus demografi, teknologi digital, dan literasi keuangan yang baik akan menjadi modal utama generasi muda dalam membangun ekonomi Lampung yang tangguh menuju Indonesia Emas.

Acara pembukaan festival ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, jajaran Anggota DPR RI (di antaranya Marwan Cik Asan dan Desy Ratnasari), serta jajaran Forkopimda dan pimpinan lembaga keuangan.