PORTALLNEWS.ID ( Lampung Selatan ) – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026), dengan sebaran abu vulkanik dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Provinsi Lampung, termasuk Bandar Lampung, Tanggamus hingga Pesisir Barat.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dalam sekitar 12 jam terakhir, terjadi satu kali erupsi dengan durasi cukup panjang yang berlangsung sejak malam sebelumnya hingga Sabtu.
“Sampai sekarang erupsinya masih berlanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap paparan debu atau abu vulkanik,” ujar Andi.
Menurutnya, abu vulkanik tidak hanya terpantau di sekitar Gunung Anak Krakatau, tetapi juga dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Lampung. Karena itu, masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak, diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah, untuk mengantisipasi agar abu vulkanik tidak terhirup,” katanya.
Andi menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan kapan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau akan berakhir. Lama aktivitas erupsi bergantung pada energi yang masih dimiliki gunung api tersebut.
“Untuk memastikan sampai kapan erupsi ini berlangsung, kami belum bisa memperkirakannya secara pasti. Kalau energinya sudah berkurang atau habis, aktivitas erupsi akan menurun,” ujarnya.
Ia berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda. Namun, masyarakat diminta tidak menjadikan perkiraan waktu tertentu sebagai kepastian karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
“Mudah-mudahan begitu. Tetapi memang belum bisa dipastikan, karena selama Gunung Anak Krakatau masih memiliki energi untuk melontarkan material vulkanik, aktivitas erupsi masih dapat berlangsung,” jelas Andi.
BPBD Minta Warga Tidak Panik
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampak sebaran abu vulkanik.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan waspada. Ikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang dan lakukan langkah-langkah perlindungan diri, khususnya apabila terjadi sebaran abu vulkanik,” ujar Aswarodi.
BPBD meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker atau kain yang dibasahi air untuk mengurangi risiko abu vulkanik terhirup.
Jendela, pintu, dan ventilasi rumah juga disarankan ditutup sementara untuk mengurangi masuknya abu vulkanik ke dalam ruangan.
Abu yang menempel pada halaman, kendaraan, maupun permukaan lainnya sebaiknya dibersihkan menggunakan air. Masyarakat diminta menghindari menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan berisiko terhirup.
“Apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi setelah terpapar abu vulkanik, segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Sembilan Langkah Antisipasi
BPBD Provinsi Lampung juga menyampaikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan masyarakat selama aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik berlangsung.
Pertama, tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Kedua, menjauhi area dalam radius minimal 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau sesuai arahan keselamatan dan ketentuan otoritas terkait.
Ketiga, menggunakan masker atau kain basah apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Keempat, menutup jendela, pintu, dan ventilasi rumah.
Kelima, membersihkan abu vulkanik menggunakan air dan menghindari menyapu dalam kondisi kering. Keenam, segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi.
Ketujuh, mengurangi aktivitas luar ruangan selama terjadi sebaran abu vulkanik. Kedelapan, menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, kebutuhan dasar, dan obat-obatan yang diperlukan.
Kesembilan, masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD Provinsi Lampung, termasuk perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan informasi kegempaan secara real time.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
