PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Pemerintah Provinsi Lampung resmi menerapkan program Hari Kamis Beradat melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Lampung Nomor 4 Tahun 2025. Kebijakan ini mewajibkan penggunaan bahasa Lampung serta pemakaian batik khas Lampung setiap hari Kamis di lingkungan pemerintahan dan lembaga pendidikan.
Instruksi Gubernur yang ditandatangani 30 Desember 2025 oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ini menjadi langkah strategis dalam upaya pelestarian budaya lokal. Kebijakan tersebut juga selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Tiga Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, yang menempatkan penguatan identitas adat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Instruksi ini ditujukan kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi, para Bupati dan Wali Kota se-Lampung, kepala perangkat daerah, hingga instansi vertikal. Selain itu, kebijakan Kamis Beradat juga berlaku bagi dunia pendidikan, mencakup pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Provinsi Lampung.
Dalam diktum kesatu, Gubernur menginstruksikan agar setiap hari Kamis bahasa Lampung digunakan sebagai alat komunikasi utama dalam pelayanan publik, interaksi antarpegawai, rapat dinas, serta sambutan resmi selama jam kerja.
Penggunaan bahasa daerah juga didorong masuk ke lingkungan sekolah dan kampus. Lembaga pendidikan diminta memanfaatkan bahasa Lampung dalam proses belajar mengajar sebagai upaya menanamkan nilai-nilai budaya lokal sejak dini.
Selain penggunaan bahasa, aturan berpakaian turut diatur. Pada diktum kedua, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik laki-laki maupun perempuan, wajib mengenakan batik khas Lampung setiap hari Kamis.
Gubernur menegaskan agar kebijakan ini tidak hanya menjadi simbol atau formalitas semata, melainkan dijalankan secara disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab oleh seluruh pihak terkait.
Instruksi Gubernur tentang Hari Kamis Beradat ini berlaku efektif sejak tanggal ditetapkan dan diharapkan menjadi langkah nyata menjaga serta menghidupkan kembali budaya Lampung di tengah masyarakat modern.
