PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Bandar Lampung menyatakan dukungan terhadap keberadaan SMA Siger sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah, khususnya bagi anak-anak yang tidak tertampung di SMA negeri dan tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk mengakses sekolah swasta.
Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung, Marco Fadhillah, menegaskan bahwa sikap tersebut sejalan dengan prinsip perjuangan LMND yang secara konsisten memperjuangkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh rakyat.
“Persoalan utama dari hadirnya SMA Siger adalah tingginya angka putus sekolah di Kota Bandar Lampung. Banyak anak dari keluarga kelas pekerja dan rakyat miskin kota kehilangan akses pendidikan menengah atas akibat keterbatasan daya tampung SMA negeri dan mahalnya biaya sekolah swasta,” ujar Marco.
Ia menilai polemik yang berkembang saat ini justru telah bergeser dari substansi persoalan pendidikan ke konflik administratif dan tarik-menarik kepentingan politik. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi menjadikan hak pendidikan anak sebagai korban kegaduhan elite.
LMND Kota Bandar Lampung berpandangan, apabila masih terdapat persoalan administratif dan perizinan dalam penyelenggaraan SMA Siger, maka hal tersebut harus disikapi secara bertanggung jawab. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung, kementerian terkait, hingga masyarakat, diminta duduk bersama mencari solusi.
“Pendidikan tidak boleh dijadikan arena konflik elite dan serangan politik. Persoalan administrasi harus diselesaikan oleh negara dan pemangku kebijakan, sementara hak anak-anak untuk tetap bersekolah harus dijamin tanpa syarat,” tegasnya.
LMND juga menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin hak atas pendidikan. Setiap kebijakan yang bertujuan memperluas akses pendidikan rakyat seharusnya didukung dan disempurnakan, bukan dilemahkan dengan pendekatan prosedural yang mengabaikan realitas sosial.
“Oleh karena itu, kami mendesak seluruh pihak menghentikan kegaduhan politik dan segera memastikan keberlangsungan SMA Siger sebagai ruang pendidikan bagi rakyat. Masa depan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena konflik kepentingan dan lambannya birokrasi,” tutup Marco.

Recent Comments