LPS Soroti Literasi Keuangan Lampung, Chairul Tanjung Sulap Edukasi Keuangan Jadi Festival

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Founder dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengatakan edukasi keuangan harus dikemas secara menarik agar lebih mudah diterima dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Chairul Tanjung dalam konferensi pers Lampung Financial Festival 2026 di Novotel Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, konsep festival dipilih agar edukasi keuangan tidak berlangsung monoton dan mampu menarik lebih banyak masyarakat.

“Kalau bentuknya itu tidak menarik, pasti enggak ada yang datang. Makanya dikemaslah acara ini layaknya seperti sebuah festival,” kata Chairul Tanjung.

Menurut Chairul, edukasi dalam festival tidak hanya berupa penyampaian materi keuangan, tetapi dipadukan dengan talkshow, lomba edukasi, tokoh inspiratif hingga hiburan.

“Jadi, bukan cuma sekadar literasi di bidang keuangan, tetapi juga banyak yang memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang bagaimana mereka bisa punya masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan Lampung dipilih sebagai lokasi Financial Festival karena memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Pulau Sumatra setelah Sumatra Utara.

Chairul menegaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara meluas, khususnya bagi generasi muda. Agar materi edukasi mudah dicerna, acara tidak  dikemas secara kaku layaknya perkuliahan, melainkan diformat dalam bentuk festival yang memadukan pengetahuan, inspirasi, dan hiburan.

“Edukasi disajikan dengan cara yang sangat menarik. Banyak tokoh hadir memberikan inspirasi bagaimana membangun masa depan yang lebih baik. Ada Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang membagikan pengalaman dari seniman hingga menjadi pengusaha, serta Giring Ganesha yang menceritakan perjalanannya dari penyanyi, investor, hingga menjadi wakil menteri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan tingkat pengetahuan masyarakat Lampung mengenai penjaminan simpanan masih di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan survei LPS bersama BPS, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penjaminan simpanan secara nasional mencapai 62,5 persen. Sementara di Lampung hanya 58,5 persen.

“Nasionalnya itu pengetahuan atau literasi tentang kelembagaan simpanan itu 62,5 persen. Saya sampaikan tadi, enam dari 10 orang itu memahami bahwa uang simpanan mereka dijamin oleh penjamin. Lampung itu 58,5 persen. Berarti Lampung itu di bawah rata-rata nasional,” kata Anggito.

Untuk itu, LPS mendukung Lampung Financial Festival sebagai salah satu sarana meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penjaminan simpanan, pengelolaan keuangan dan keberadaan LPS.

Anggito mengatakan keberhasilan program akan diukur melalui survei yang dilakukan sekitar satu pekan setelah festival berakhir. Survei tersebut akan melibatkan lembaga independen dari perguruan tinggi.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan literasi keuangan, menekan risiko dalam pengelolaan keuangan, mendorong masyarakat lebih gemar menabung, serta memahami bahwa simpanan masyarakat dijamin oleh LPS.

“Kami mensponsori acara ini dengan harapan literasinya meningkat, risiko manajemen keuangan itu menurun, masyarakat lebih gemar menabung, dan mengetahui bahwa uang yang ditabung itu dijamin oleh LPS,” ujarnya.

Lampung Financial Festival 2026 akan digelar selama dua hari, 5-6 September 2026. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi pendukung utama, sedangkan CT Corp melalui Transmedia bertindak sebagai penyelenggara.