Mirza: Petani Sejahtera, Ekonomi Lampung Tumbuh

PORTALLNEWS.ID ( Pringsewu ) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut peningkatan pendapatan petani turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Lampung pun terus mendorong hilirisasi hasil pertanian agar komoditas lokal memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza usai menghadiri Pesta Rakyat Petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026 di Kawasan Gruput, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (25/10/2026).

Mirza mengatakan, sektor pertanian masih menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Lampung. Tiga komoditas utama, yakni padi, jagung, dan singkong, menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani di provinsi tersebut.

“Hampir 60 persen masyarakat Lampung bergantung dengan tiga komoditas itu,” ujar Mirza.

Menurutnya, keterjangkauan harga pupuk dan membaiknya harga jual hasil panen berdampak terhadap pendapatan petani. Ia menyebut harga padi, jagung, dan singkong mengalami kenaikan sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah sentra pertanian.

Peningkatan pendapatan tersebut, lanjut Mirza, terlihat dari naiknya sejumlah indikator konsumsi di kabupaten berbasis pertanian. Pembelian kendaraan di sejumlah daerah, terutama mobil niaga, light truck, truk, dan van, disebut meningkat lebih dari 40 persen.

Selain itu, penjualan semen ritel di kabupaten-kabupaten tersebut dilaporkan meningkat hampir 20 persen pada tahun ini.

“Banyak sekali indikator-indikator konsumtivitas yang tumbuh di kabupaten, terutama yang mengandalkan pertanian. Hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi se-Sumatera,” kata Mirza.

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong pengolahan hasil pertanian di tingkat desa. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal.

Salah satu contohnya adalah pengolahan singkong menjadi tepung modified cassava flour (mocaf). Jika sebelumnya petani menjual singkong dalam bentuk mentah, kini masyarakat desa mulai mengolahnya menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Mirza menyebut Kabupaten Pringsewu tengah mempersiapkan ekspor perdana tepung mocaf hasil olahan petani lokal ke Amerika Serikat pada bulan berikutnya.

“Bulan depan Bupati Pringsewu sudah mengawali pengeksporannya ke Amerika. Ini terjadi karena kebijakan yang mendorong harga komoditas dan menjaga semangat petani untuk melakukan hilirisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung berperan dalam mendukung kesejahteraan petani serta mendorong perekonomian daerah.

Amran menyoroti penanganan harga singkong di Lampung. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penghentian impor singkong dan etanol untuk melindungi petani dalam negeri. Ia menyebut kebijakan tersebut turut mendorong harga singkong di tingkat petani hingga mencapai Rp3.000 per kilogram.

“Begitu cintanya Presiden kita pada petani Indonesia,” tegas Amran.

Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Lampung dalam memperjuangkan stabilitas harga komoditas serta ketersediaan sarana produksi pertanian bagi petani di daerah.

Selain kebijakan harga, Amran menyampaikan bahwa buruh tani, termasuk buruh tanam atau buruh tandur, kini dapat menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara langsung dari kementerian sesuai ketentuan yang berlaku. Bantuan traktor tangan juga telah ditetapkan bagi kelompok buruh tandur perempuan di Pringsewu.

Terkait pupuk bersubsidi, Amran memastikan pemerintah terus mengawasi ketersediaannya. Ia juga menyampaikan bahwa harga pupuk bersubsidi telah diturunkan sebesar 20 persen tanpa menambah beban APBN serta pemerintah akan menindak pihak yang menyelewengkan hak petani.

Melalui penguatan pendapatan petani, dukungan sarana produksi, dan hilirisasi hasil pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung berharap sektor pertanian tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi dan daya saing produk lokal di pasar global.