PW Fatayat NU Lampung Hadirkan Konselor Isi Madrasah Kesehatan Mental

Mahasiswa Profesi Konselor Universitas Negeri Padang mengisi Madrasah Kesehatan Mental Fatayat NU Lampung, Minggu, 30 November 2025. FOTO/DOK

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – PW Fatayat NU Lampung menggelar Madrasah Kesehatan Mental dengan tema “Mindful Woman, Powerful Career: Strategi Sehat Mental & Penguatan Wellbeing Kader” di Aula Majelis Ta’lim Roudlatul Azhar, Bandar Lampung, Minggu, 30 November 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi para kader Fatayat NU untuk memahami strategi menjaga kesehatan mental sekaligus memperkuat peran perempuan dalam dunia karier dan dakwah.

Panitia menghadirkan Dr. Anisa Mawarni, M.Pd, seorang mahasiswa Pendidikan Profesi Konselor (PPK) Universitas Negeri Padang (UNP), sebagai narasumber utama. Kehadirannya mendapat perhatian karena membawa perspektif akademik dan praktis yang relevan dengan tantangan keseharian perempuan produktif.

Acara dibuka oleh Wirdayati, S.Pd.I., M.Pd selaku Ketua PW Fatayat NU Lampung yang diwakili oleh sekretaris PW Fatayat NU Lampung Dr. Siti Wurry, M. Kom. I dan Hurriyatul Musyarrofah, S.Pd.I selaku Ketua PC Fatayat Kota Bandar Lampung.

Kegiatan dipandu oleh Dewi Astri Sudirman, S.H, yang membawa suasana diskusi menjadi cair dan penuh kehangatan.

Dalam materinya, Anisa menjelaskan bahwa perempuan hari ini menghadapi beban berlapis—peran domestik, pekerjaan, sosial kemasyarakatan, hingga tanggung jawab dakwah. Semua ini, menurutnya, membutuhkan mindfulness atau kesadaran penuh agar perempuan tetap sehat secara mental dan mampu mengambil keputusan dengan tenang sehingga memiliki karir yang powerfull.

“Perempuan harus punya ruang untuk jeda. Mindfulness bukan hanya teknik, tapi sikap hidup agar kita tidak terseret arus tuntutan dan ekspektasi yang tidak ada habisnya,” jelas Anisa dalam penyampaiannya.

Ia juga memaparkan strategi praktis menjaga wellbeing, seperti melatih napas sadar, mengatur batasan (boundary setting), mengelola emosi, hingga membangun support system yang sehat. Contoh-contoh keseharian yang ia bagikan—mulai dari beban pekerjaan rumah, multitasking sebagai ibu bekerja, hingga dinamika relasi sosial—mendapat respons positif dari peserta.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Banyak kader Fatayat yang bertanya mengenai cara mengelola stres, membangun kepercayaan diri, serta bagaimana tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan mental.
Kegiatan ini menjadi penting karena Fatayat NU Lampung mendorong penguatan kapasitas kader tidak hanya di ranah organisasi, tetapi juga dari aspek psikologis, sosial, dan personal.

Ketua PW Fatayat NU Lampung, Widayati, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa PPK UNP sebagai narasumber.

“Ilmu konseling yang dibawa oleh narasumber hari ini sangat aplikatif. Kader Fatayat perlu mendapat pencerahan tentang kesehatan mental, apalagi di tengah tuntutan peran yang semakin kompleks,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun budaya kader yang sehat mental, produktif, dan saling menguatkan. Peserta juga diharapkan menerapkan strategi mindfulness yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas organisasi.

Dengan keterlibatan mahasiswa PPK UNP ini, kegiatan Madrasah Kesehatan Mental tidak hanya menjadi sarana pendidikan kader, tetapi juga jembatan kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas perempuan berbasis organisasi. (UNI/R-1)