PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Usai dilantik, para pimpinan Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Reden Intan Lampung melakukan safari kepemimpinan, Sabtu, 4 April 2026.
Diprakarsai Dekan Mahmudin Bunyamin, seluruh unsur pimpinan dekanat bersilaturahmi secara personal kepada para dekan sebelumnya. Dengan formasi lengkap, mereka menyerap ilmu kepemimpinan, meminta masukan soal dinamika fakultas, dan mengelaborasi model kepemimpinan keberlanjutan.
“FUSA UIN Raden Intan ini dibangun dengan visi dan misi jangka panjang. Oleh karena itu, prinsip keberlanjutan atau sustainability menjadi keharusan. Itulah mengapa kami merasa harus sowan kepada para pimpinan terdahulu supaya garisnya nyambung. Ini juga etika keilmuan yang diwariskan oleh Rasululloh,” kata Dekan bergelar doktor yang dilantik pada 13 Maret 2026 untuk masa bakti 2026-2030 ini.
Dalam sehari penuh, tiga mantan Dekan FUSA disambangi di rumah kediamannya di Bandar Lampung. Mereka adalah Prof. Dr. H. Arsyad Sobby Kesuma, Lc., M. Ag, (2012-2018), Prof. Dr. H. Afif Anshori, M. Ag (2018-2022), dan Prof H. Ahmad Isnaini, M. A. (2022-2026).
Mahmudin membawa seluruh Wakil Dekan, yakni Dr. H. Abdul Malik Ghozali (Bidang Akademik dan Kelembagaan), Dr. Siti Badi’ah (Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan), dan Dr. Ahmad Muttaqin (Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama). Beberapa pejabat utama Dekanat turut mendampingi.
Kunjungan personal kepada para pimpinan terdahulu ini mendapat sambutan hangat dari para senior. Prof. Arsyad Shobby mengapresiasi tradisi yang dia sebut sebagai hal baru untuk suatu tim unsur pimpinan. Ia mengatakan, bersilaturahmi dan berdiskusi tentang arah masa depan suatu sistem adalah adab yang sangat mulia dan visioner.
“Kepemimpinan pada suatu sistem akan selalu ada perbedaan, dari gaya, model yang dipakai, dan mana yang menjadi prioritas. Tetapi, benang merah dari awal dibangunnya sistem itu harus tetap terjaga. Inilah pentingnya kita diskusi bersama para pendahulu,” kata dia.
Hal senada disampaikan Prof. Afif Anshory. Ia mengatakan, latar belakang kelimuan seorang pemimpin, budaya domestik yang membentuk karakter, hingga dinamika lingkungan kerja akan mewarnai citra institusi. Namun demikian, kata dia, seorang pemimpin harus mengakomodasi semua unsur dengan porsi yang pas dan seimbang.
“Terima kasih atas silaturahminya. Bagi saya, ini sangat menginspirasi untuk menjadikan pola ini sebagai budaya baru kepemimpinan. Sebab, diskusi dalam rapat formal akan sangat berbeda dengan ketika kita diskusi secara informal di rumah seperti ini. Kalau begini kan bisa dari hati ke hati,” kata dia.
Sementara itu, Prof. Ahmad Isnaini menyatakan terima kasihnya atas kunjungan pribadi tetapi membawa semua unsur pimpinan fakultas. Menurut Isnaini, pertemuan ini sangat penting untuk menyeleraskan langkah institusi ke depan.
“Saya sebagai pimpinan terdahulu menyampaikan terima kasih atas silaturahmi ini. Menurut saya, ini sangat penting dalam menjalankan program ke depan alias sustainabilitas program. Tentu, program yang dinilai baik dan memang menjadi visi dan misi Lembaga. Terima kasih Pak Dekan dan para Wakil Dekan,” kata dia.
Beberapa poin penting ingin dicapai oleh Mahmudin dalam rangkaian safari kepemimpinan ini. Yakni, menjaga silaturahmi, memperkuat hubungan emosional, dan menjalin kekeluargaan.
“Yang pasti, kami sangat berterima kasih kepada para senior yang menyambut baik kunjungan kami. Beliau-beliau begitu hangat dan antusias berdiskusi memberi masukan dan tukar pengalaman. Ada transfer ilmu, transfer pengalaman, dan ngobrol dinamika fakultas, lah. Ini sangat penting bagi kami sebagai modal untuk memastikan visi-misi fakultas berjalan berkesinambungan,” kata Mahmudin yang pernah menjabat Dekan Fakultas Adab dan sempat juga menjabat Wakil Dekan Fakultas Ushuludin UIN Raden Intan Lampung ini. (DAR/R-1)
