PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Prestasi membanggakan diukir oleh siswa SMP Al Kautsar. Tim yang beranggotakan Bening Adhwa Izzati dan Vicena Shaqila Claresta berhasil melangkah ke babak final pada ajang Riset dan Inovasi Siswa Nasional (KREASI) 2026.
Lewat penelitian bertajuk “Algoritma Rasa Cemas: Bagaimana Media Sosial Membentuk Standar Hidup dan Menekan Kepercayaan Diri Remaja”, tim SMP Al Kautsar menjadi salah satu dari 36 kelompok yang melenggang ke babak final di subbidang Psikologi dan Kesehatan Mental. Ajang ini juga menggelar kompetisi di sub bidang Pendidikan yang meloloskan 35 kelompok finalis.
Atas capaian tersebut, tim SMP Al Kautsar siap berlaga di tingkat nasional pada puncak babak final KREASI yang akan diselenggarakan pada 17–19 Oktober 2026 di Yogyakarta.
Guru Pembimbing SMP Al Kautsar, Desy Apriana mengatakan, tahapan seleksi KREASI telah berlangsung sejak Maret lalu. Pada babak penyisihan, para peserta mengirimkan proposal penelitian untuk dinilai oleh dewan juru. Selanjutnya, babak semi final dilakukan secara online dengan mengirimkan laporan hasil penelitian.
“Alhamdulillah, hasil riset tim SMP Al Kautsar berhasil tembus ke babak final. Tanggal 20 September kemarin, kami juga sudah mengikuti technical meeting bersama panitia dan finalis lain,” ujar Desy.
Ia menjelaskan, pada ajang KREASI ini, tim SMP Al Kautsar mengkaji bagaimana algoritma media sosial mengonstruksi standar hidup tidak realistis dan menekan kepercayaan diri remaja SMP Al Kautsar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis.
“Data dikumpulkan melalui observasi digital, kuesioner, dan wawancara mendalam terhadap 8 sampai 10 partisipan di rentang usia 12 tahun hingga 15 tahun yang aktif menggunakan Instagram atau TikTok minimal empat jam per hari,” papar Desy.
Selanjutnya, peneliti menggunakan Analisis Tematik (Braun & Clarke, 2006) untuk mengidentifikasi tema‑tema utama seperti “beban visual” dan “tekanan validasi. ”
Desy menyatakan, penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur psikologi digital serta rekomendasi praktis berupa strategi literasi kesehatan mental digital untuk membangun resiliensi remaja terhadap tekanan algoritma. (R-1)
