Teror Air Keras Sasar Andrie Yunus, KontraS: Upaya Pembungkaman

PORTALLNEWS.ID ( Jakarta ) –  Kabar mengejutkan datang dari dunia aktivisme hak asasi manusia. Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Insiden brutal ini terjadi tepat setelah Andrie menyelesaikan sesi rekaman podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kronologi dan Kondisi Korban

Serangan mendadak tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka serius di beberapa bagian vital tubuhnya. Berdasarkan keterangan resmi dari Badan Pekerja KontraS, berikut detail kondisi korban:

KontraS: Ini Serangan Terhadap Demokrasi

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan bentuk intimidasi nyata terhadap pembela HAM di Indonesia.

“Kami menilai penyiraman air keras ini merupakan upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat,” ujar Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3).

KontraS juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap pembela HAM telah diatur secara hukum dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Peraturan Komnas HAM No. 5 Tahun 2015. Segala bentuk kekerasan terhadap aktivis adalah pelanggaran serius yang mengancam ruang demokrasi.

Desak Kepolisian Usut Tuntas

Pihak KontraS mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap identitas pelaku serta aktor intelektual di balik serangan ini. Mengingat dampak air keras yang bisa berakibat fatal hingga kematian, kasus ini menuntut perhatian luas dari masyarakat sipil dan lembaga penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mencari bukti-bukti pendukung dan rekaman CCTV di sekitar kantor YLBHI.