Tim SMA Al Kautsar Raih Medali Perunggu dan Honorable Mention Kompetisi Riset Nasional

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Dua tim SMA Al Kautsar berhasil meraih penghargaan di ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) tingkat nasional yang digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, pada 20-22 Oktober 2026.

Medali Perunggu diraih oleh Khadijah Azka Anggit Pinasti (ketua) dan Taqy Ahmad Saladin (anggota) pada Subbidang penelitian Ilmu Hayati, Kimia, dan Lingkungan dengan judul penelitian “Inovasi Bioplastik Berbasis Serat Batang Pisang sebagai Alternatif Packaging Ramah Lingkungan.

Penghargaan Honorable Mention diraih oleh Nayra Shaista Attaqiyah (ketua) dan Atikah Naura Ariani (anggota) dengan judul penelitian “Phenomuls: Inovasi Emulsifier Alami Berbasis Senyawa Fenolik Ekstrak Daun Pisang (Musa.sp) untuk Meningkatkan Stabilitas Santan Pada Masakan Tradisional Indonesia”.

Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair menyampaikan rasa syukur atas peroleh prestasi di bidang riset yang diselenggarakan oleh ABAK Academy yang sudah terkurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

“Alhamdulillah, dua tim SMA Al Kautsar yang mewakili Lampung di ajang tingkat nasional berhasil meraih prestasi, satu tim mendapatkan medali perunggu dan satu tim lainnya mendapat honorable mention. Terimakasih kepada tim siswa yang telah mengharumkan nama SMA Al Kautsar di kancah nasional,” ujar Eko Anzair, Selasa, 27 Oktober 2026.

Guru Pembina Lomba, Dita Winda Vianni mengatakan, peserta yang lolos menjadi finalis pada jenjang SMA tercatat sebanyak 281 peserta. Di babak ini, para finalis mengikuti sesi presentasi di depan juri, sesi tanya jawab, dan sesi pameran karya (booth expo). Dewan juri juga berkeliling ke booth peserta untuk melakukan penilaian booth.

“Jadi penilaian di tingkat nasional terdiri dari tiga aspek, yaitu laporan artikel ilmiah, presentasi dan booth,” ujar Dita.

Dia menjelaskan sekilas tentang penelitian yang dilakukan oleh dua tim SMA Al Kautsar. Tim 1 melakukan penelitian tentang bioplastik berbasis serat batang pisang. Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan plastik konvensional yang memicu penumpukan limbah plastik. Oleh sebab itu, tim mengkaji pengaruh penambahan serat batang pisang pada karakteristik bioplastik.

“Melalui riset ini, tim menemukan ada perbedaan karakteristik produk bioplastik yang dihasilkan dari masing-masing sampel. Ke depannya diharapkan, bioplastik dapat digunakan sebagai packaging ramah lingkungan dengan daya tahan yang baik,” urai Dita.

Sedangkan tim 2 meneliti ekstrak daun pisang sebagai emulsifier atau pengemulsi alami pada santan agar tidak mengalami “pecah santan” pada saat pemanasan.

“Tim mengkaji potensi pemanfaatan bahan alami ekstrak daun pisang kepok pada beberapa konsentrasi untuk mengamati kestabilan santan setelah pemanasan, ” jelas Dita.

Dia berharap, hasil riset ini tidak hanya berhenti pada ajang lomba, tetapi dapat dapat ditindaklanjuti sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. (R-1)