PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Tim SMP Al Kautsar atas nama Bening Adhwa Izzati dan Vicena Shaqila Claresta berhasil manyabet Bronze Medal pada Subbidang Pendidikan, Psikologis dan Kesehatan Mental di ajang Riset dan Inovasi Siswa Nasional (KREASI) 2026 yang digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, pada 17 – 19 Oktober 2026.
Pada babak final ini, para finalis berkompetisi menampilkan keunggulan riset dan inovasi mereka melalui presentasi dan pameran poster yang dinilai langsung oleh dewan juri.
Tim SMP Al Kautsar mempresentasikan riset bertajuk “Algoritma Rasa Cemas: Bagaimana Media Sosial Membentuk Standar Hidup dan Menekan Kepercayaan Diri Remaja.”
Setiap finalis menyiapkan booth untuk kegiatan exponya dan wajib menampilkan X Banner simpulan penelitian. Saat sesi penilaian, para juri berkeliling mendatangi booth untuk menggali lebih dalam ide serta temuan para peserta.
Bening dan Vicena tampil percaya diri memaparkan hasil riset mereka secara bergantian di hadapan dewan juri. Mereka menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang memicu lonjakan tingkat kecemasan di kalangan remaja.
Menurut mereka, tingginya durasi penggunaan media sosial berbasis visual, pergeseran lingkungan interaksi sosial ke ruang gawai yang sarat kompetisi visual, hingga kerja algoritma media sosial, secara masif dan terstruktur turut menekan rasa percaya diri remaja.
“Melalui riset ini, kami ingin memetakan bagaimana media sosial menentukan standar hidup, serta sejauh mana algoritmanya memengaruhi tingkat kepercayaan diri remaja usia SMP. Selain itu, kami juga menggali dampaknya terhadap kesejahteraan mental sekaligus merumuskan langkah pencegahannya,” ungkap tim peneliti.
Metode yang digunakan dalam riset ini melibatkan siswa-siswi SMP Al Kautsar sebagai sampel melalui penyebaran kuesioner terbuka dan wawancara mendalam (indepth interview) selama kurun waktu Juni hingga Agustus 2026. Bening dan Vicena menggali profil serta pola konsumsi media sosial para partisipan.
Hasil pendataan menunjukkan bahwa rata-rata partisipan menghabiskan waktu sekitar 4 jam sehari untuk menyaksikan konten di platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram. Bahkan, beberapa di antaranya mencatatkan waktu penggunaan gawai (screen time) hingga 5 sampai 7 jam per hari.
Kendati demikian, durasi bukan menjadi satu-satunya penentu.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa durasi mengonsumsi media tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kecemasan. Pemicu utamanya justru terletak pada jenis konten yang dikonsumsi serta kemampuan regulasi emosi masing-masing individu,” urai mereka di hadapan para juri.
Sebagai solusi atas temuan tersebut, tim peneliti merumuskan beberapa rekomendasi literasi mental digital bagi remaja. Rekomendasi tersebut mencakup pembatasan durasi layar, pemilahan konten secara bijak, penghentian kebiasaan membandingkan diri (social comparison), serta perlunya pendampingan aktif dari orang tua dan guru saat remaja mengakses media sosial.
“Algoritma memang memiliki peran dalam membentuk standar hidup, namun dampak akhir yang dihasilkan sangat bergantung pada tingkat literasi digital dan ketahanan mental remaja. Tanpa adanya pelindung tersebut, media sosial berpotensi menjadi sumber stres yang nyata bagi remaja,” pungkas tim peneliti.
Kemampuan presentasi yang apik dari tim peneliti mengantarkan mereka meraih Bronze Medal pada ajang KREASI 2026 ini. Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kepala SMP Al Kautsar, Rudiyanto.
“Ini adalah perdana siswa SMP mengikuti ajang KREASI, dan Alhamdulillah tim SMP membawa pulang Bronze Medal. Terimakasih kepada siswa yang telah mengharumkan nama Al Kautsar dan nama Lampung di ajang riset tingkat nasional. Semoga mereka bisa menginspirasi siswa-siswa lain untuk ikut berprestasi,” kata Rudiyanto, Selasa, 22 Oktober 2026.
Sementara, Guru Pembimbing Lomba, Desy Apriana mengatakan proses tahapan lomba berlangsung sejak April, diawali dengan pendaftaran dan mengirimkan proposal penelitian pada babak penyisihan. Selanjutnya, pada babak semi final, para peserta wajib mengirimkan laporan dan video hasil penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman finalis dan presentasi secara offline di depan dewan juri.
“Perjalanan lomba ini cukup panjang, tetapi Alhamdulillah anak-anak sudah luar biasa membanggakan, terlebih lagi ini pertama kali SMP Al Kautsar mengikuti kegiatan perlombaan KREASI ini. Mendapatkan bronze medal bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan untuk menuju kesuksesan lomba selanjutnya. Banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh siswa karena lomba ini diikuti banyak perwakilan dari berbagai provinsi untuk berlaga di tingkat nasional,” ujar Desy. (R-1)
