PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Yayasan Al Kautsar menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 H dengan mengundang Ustadz Firman Zamzami Muhammad untuk memberikan ceramah agama tentang persiapan mennyambut Ramadhan.
Kegiatan Tarhib Ramadhan dilaksanakan di Masjid Kampus Al Kautsar, Jumat, 13 Februari 2025, diikuti oleh seluruh pengurus, guru, karyawan, dan keluarga besar Al Kautsar.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso, mengatakan kegiatan Tarhib Ramadhan merupakan tradisi Al Kautsar menyambut bulan Ramadhan yang Agung dan Mulia, sebagai bentuk rasa syukur dan suka cita memasuki bulan Ramadhan.
“Mari kita songsong Ramadhan dengan penuh suka cita, kita jadikan Ramadhan ini sebagai bulan latihan. Latihan untuk lebih sabar, lebih jujur, lebih rajin, dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Wagiso.
Tarhib Ramadhan juga bertujuan untuk mempersiapkan diri dan membekali diri agar bisa beribadah dengan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagiso, juga mengucapkan terimakasih atas kerja keras dan dedikasi seluruh guru dan karyawan Al Kautsar sehingga sampai saat ini Al Kautsar masih sangat dipercaya masyarakat.
“Terbukti pada pendaftaan TK, SD, serta SMP dan SMA kelas Unggul dan Plus, semuanya meningkat dari tahun sebelumnya. Kalau pendaftaran SMP dan SMA kelas reguler masih berlangsung. Mudah-mudahan kalau kita terus bisa mempertahankan keunggulan ini, kita akan terus menjadi pilihan masyarakat, menjadi sekolah unggulan dan favorit,” kata Wagiso.
Selanjutnya, Ustad Firman Zamzani Muhammad, dalam ceramahnya menyampaikan persiapan menyambut Ramadhan, yakni persiapan ruhiyah dan persiapan materil.
Persiapan ruhiyah yang paling utama adalah menanamkan keikhlasan dalam setiap ibadah yang dilakukan.
“Amal-amal itu cuma kerangka, dan ikhlas itu adalah ruh di dalam amalan-amalan tadi,” kata Ustadz Firman Zamzani.
Dia menekankan, ikhlas itu bukan semata-semata berupa ibadah yang jauh dari riya, tetapi beribadah kita adalah ingin dekat dan mendapat ridho Allah Subhanahuwata’ala.
Selanjutnya, jangan pernah merasa diri kita kuat menjalankan segala perintah Allah tanpa pertolongan Allah. Sandarkan semua yang kita kerjakan pada pertolongan Allah Subahanahuwata’ala.
“Oleh sebab itu, berdoalah kepada Allah meminta tolong agar diberi kekuatan menjalankan ibadah puasa, ibadah tarawih, ibadah sedekah dan ibadah lainnya. Sandarkan semua kepada pertolongan Allah,” tuturnya.
Serta lakukan introspeksi diri, sadari semua kesalahan dan dosa-dosa kita, lalu meminta ampun kepada Allah Subhanuwata’ala, dan perbaiki diri. (R-1)
