PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengimbau seluruh warganya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, terutama untuk mengantisipasi risiko banjir di musim penghujan. Pemkot secara tegas meminta masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan drainase karena hal itu merupakan pemicu utama penyumbatan dan banjir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menegaskan bahwa upaya pencegahan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Antisipasi banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dengan menjaga lingkungan terutama buang sampah tidak dialirkan sungai yang dapat memicu terjadinya penyumbatan serta banjir,” kata Yusnadi Ferianto di Bandar Lampung, Jumat (31/10).
Yusnadi mengatakan bahwa Pemkot sebenarnya sudah berupaya semaksimal mungkin mencegah terjadinya banjir, termasuk melakukan perbaikan-perbaikan drainase dan tanggul, serta menerjunkan tim khusus untuk membersihkan sungai dan saluran air dari tumpukan sampah.
DLH Kerahkan Tim Khusus dan Program Grebek Sungai
DLH Bandar Lampung memiliki tim reaksi cepat untuk mengatasi masalah penyumbatan.
“Kami sendiri (DLH) ada tim yang berisikan 50 orang untuk mengatasi masalah drainase mampet atau kondisi darurat saat hujan. Kemudian ada juga program Grebek Sungai di tingkat kecamatan dan kelurahan,” kata dia, menunjukkan upaya struktural yang telah dilakukan Pemkot.
Bahkan, sebelumnya Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, juga telah turun langsung menghadiri dan memimpin kegiatan Grebek Sungai di wilayah Tanjung Senang.
Yusnadi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan potensi banjir akibat curah hujan tinggi dan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini.
“Jadi masyarakat harus hati-hati karena cuaca tidak menentu, bisa hujan deras disertai angin kencang. Maka diimbau jangan membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali atau sungai, karena itu bisa memicu banjir,” tegasnya.
Antisipasi Dini di Seluruh Kecamatan Rawan
Menurut Yusnadi, titik-titik rawan banjir di Kota Bandar Lampung tersebar di hampir setiap kecamatan, terutama kawasan padat penduduk dan di daerah rendah atau cekungan.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini dan menyeluruh, mencakup pengerukan saluran, normalisasi sungai, hingga edukasi masyarakat.
“Antisipasi ini harus jalan, baik di tingkat kecamatan maupun oleh masyarakat sendiri, karena musim penghujan selalu membawa risiko. Kalau semua sadar menjaga lingkungan, dampak banjir bisa ditekan,” tutupnya, menyerahkan keberhasilan pencegahan banjir kepada kolaborasi antara pemerintah dan kesadaran warga.
