PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Aktivitas transaksi di restoran dan rumah makan di Kota Bandar Lampung selama Ramadan 2026 tercatat relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pola aktivitas masyarakat selama bulan puasa memengaruhi ritme transaksi di sektor usaha makanan dan minuman.
“Selama Ramadan tidak ada peningkatan yang signifikan, hampir sama seperti hari biasa. Karena kalau siang hari restoran relatif sepi, kebanyakan hanya melayani take away atau delivery. Ramainya biasanya hanya saat sore menjelang buka puasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar restoran memang tidak beroperasi penuh pada siang hari selama Ramadan. Namun aktivitas usaha kembali meningkat pada waktu menjelang berbuka puasa hingga malam hari.
Selain itu, sejumlah restoran juga tetap melayani pelanggan pada waktu sahur, baik untuk makan di tempat maupun layanan pesan antar.
“Artinya hanya waktunya saja yang berubah. Aktivitas transaksi tetap berjalan dan secara umum masih stabil,” jelasnya.
Yusnadi menambahkan, kestabilan transaksi tersebut juga terlihat dari data yang terekam melalui sistem pemantauan transaksi yang digunakan pemerintah daerah.
Dari sektor pajak restoran sendiri, Pemerintah Kota Bandar Lampung rata-rata menerima pendapatan sekitar Rp13 miliar setiap bulan yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pendapatan tersebut menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan layanan publik bagi masyarakat.






Recent Comments