Tragedi Sungai Balok, Eva Dwiana Temui Keluarga Bocah Korban Tenggelam

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) –  Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Jalan Balok, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras. Tangis keluarga pecah ketika kabar yang paling tidak diharapkan akhirnya datang: M. Dafi Prayoga, bocah berusia 12 tahun yang sempat terbawa arus Sungai Balok, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa siang (10/3/2026). Awalnya, Dafi bersama beberapa rekannya datang ke sekitar Sungai Balok sekitar pukul 13.30 WIB. Seperti anak-anak seusianya, mereka hanya ingin menghabiskan waktu dengan memancing dan bermain air di sungai yang mengalir tak jauh dari permukiman warga.

Namun siang itu arus sungai sedang cukup deras. Dalam hitungan menit, suasana yang awalnya penuh canda berubah menjadi kepanikan ketika Dafi terseret arus dan menghilang dari pandangan teman-temannya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian. Upaya pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, tubuh Dafi ditemukan. Sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Kabar duka ini pun menyentuh banyak pihak, termasuk Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang langsung menyambangi rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Di tengah suasana takziah, Eva Dwiana menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kepada orang tua, saya mengingatkan agar menjaga anak-anaknya, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” katanya.

Menurutnya, pengawasan dari orang tua sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terlebih banyak anak yang bermain di sekitar sungai atau saluran air saat hujan turun.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kota juga telah menginstruksikan jajaran aparatur di tingkat lingkungan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“RT hingga camat kami minta untuk siaga, dibantu BPBD, terutama saat hujan turun agar bisa segera membantu masyarakat,” jelasnya.

Peringatan ini sejalan dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung yang memprediksi wilayah Lampung saat ini memasuki masa pancaroba.

Pada periode akhir Maret hingga April, kondisi cuaca diperkirakan berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Masa ini kerap memicu cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

BMKG memprediksi potensi hujan lebat berdurasi singkat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang pada waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir lokal maupun arus sungai yang mendadak deras.

Di Sungai Balok, air kembali mengalir seperti biasa setelah peristiwa itu. Namun bagi keluarga dan warga sekitar, kejadian tersebut menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kewaspadaan, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di sekitar aliran sungai.

Di balik derasnya arus yang membawa pergi seorang bocah, tersisa harapan agar peristiwa serupa tidak lagi terulang di masa mendatang. 🌧️