PORTALLEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Perekonomian Provinsi Lampung tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada triwulan II-2026. Pertumbuhan tersebut menempatkan Lampung di posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau yang tumbuh 6,99 persen.
Lampung juga menyumbang sekitar 10,14 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Lampung, Rabu (5/8/2026).
Ahmadriswan mengatakan ekonomi Lampung tidak hanya tumbuh secara tahunan, tetapi juga meningkat 9,03 persen secara triwulanan dibandingkan triwulan I-2026. Sementara secara kumulatif, ekonomi Lampung pada semester I-2026 tumbuh 5,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Indikator statistik tidak cukup dilihat dari satu titik. Kita perlu melihat pola dan pergerakannya agar dapat memahami kondisi ekonomi secara lebih utuh,” jelasnya.
Dari sisi lapangan usaha, perekonomian Lampung masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Industri Pengolahan, serta Perdagangan Besar dan Eceran.
Sementara itu, pertumbuhan tertinggi pada triwulan II-2026 terjadi pada sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 10,30 persen. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan produksi listrik 8,43 persen dan penjualan listrik 13,14 persen.
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 7,98 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekspor-impor, kinerja industri, dan konsumsi rumah tangga.
Adapun sektor Industri Pengolahan tumbuh 6,99 persen, antara lain didorong peningkatan produksi industri makanan, seperti penggilingan padi, gula, dan tapioka.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama ekonomi Lampung. Komponen ini memiliki pangsa 61,08 persen dalam struktur perekonomian dan memberikan kontribusi sekitar 54,94 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ekspor memiliki pangsa 53,77 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sekitar 41,02 persen. Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi memiliki pangsa 29,58 persen dan memberikan kontribusi sekitar 18 persen.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen, yang didorong realisasi berbagai program strategis pemerintah.
Ahmadriswan menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dari angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga dari meningkatnya aktivitas produksi, perdagangan, konsumsi, dan investasi.
Menurutnya, pertumbuhan yang terjaga dan semakin inklusif berpotensi membuka lebih banyak lapangan kerja, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperbesar pasar bagi produk lokal dan UMKM.
“Tantangan Lampung ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga semakin terasa dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga pertumbuhan ekonomi Lampung memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus kita jaga dan terus dorong agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Lampung,” pungkas Ahmadriswan.
