PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan Program 3 Juta Rumah. Kegiatan berlangsung secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (27/01/2026).
Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi karena berdampak langsung pada kondisi ekonomi, sosial, politik, hingga keamanan.
“Inflasi berbanding lurus dengan situasi politik, keamanan, dan ekonomi. Ini indikator makro yang mencerminkan stabilitas harga barang dan jasa serta memengaruhi biaya hidup masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional secara year on year pada Desember tercatat 2,92 persen, meningkat dibanding periode sebelumnya dan mendekati ambang batas psikologis 3 persen. Meski masih di bawah threshold 3,5 persen, Mendagri menyebut angka tersebut sebagai sinyal kewaspadaan.
Inflasi bulanan (month to month) juga naik dari 0,17 persen pada November menjadi 0,64 persen pada Desember, terutama dipicu komoditas makanan dan minuman, transportasi, serta perawatan pribadi termasuk emas. Kenaikan harga emas dunia disebut dipengaruhi faktor global, di antaranya peningkatan pembelian oleh negara-negara besar.
Selain itu, daerah dengan inflasi tertinggi umumnya terdampak bencana alam. Provinsi Aceh dan Sumatera Barat tercatat mengalami kenaikan signifikan akibat kondisi tersebut.
Sementara itu, Lampung mencatat kinerja positif. Berdasarkan rilis BPS 5 Januari 2025, Lampung menempati peringkat kedua inflasi terendah nasional sebesar 1,25 persen, setelah Sulawesi Utara 1,23 persen.
Usai mengikuti rakor, Bani Ispriyanto menyampaikan bahwa inflasi di Lampung masih terkendali.
“Secara nasional memang naik menjadi 2,92 persen, tetapi masih dalam rentang normal. Kita diminta menjaga agar tidak melewati batas psikologis 3 persen karena dampaknya akan lebih terasa bagi masyarakat kelas menengah ke bawah,” ujarnya.
Ia memastikan stok bahan pokok di Lampung dalam kondisi aman. Namun, beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam tetap menjadi perhatian.
Terkait harga telur ayam ras yang di sejumlah pasar menyentuh Rp30.000 per kilogram, Bani menegaskan harga tersebut masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan belum melampaui ketentuan.
“Harga di pasar memang fluktuatif, dipengaruhi jarak dan biaya distribusi. Namun secara umum masih dalam batas wajar,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pasokan pakan ternak relatif aman, meski harga jagung sebagai bahan baku masih tergolong tinggi di tingkat distributor dan pabrik, meskipun saat ini tengah memasuki masa panen raya.
Pemprov Lampung menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap lancar demi menjaga daya beli masyarakat.
