Ketenagakerjaan Lampung Membaik, Pengangguran Turun ke 3,95 Persen

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) — Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung merilis kondisi ketenagakerjaan terbaru periode Februari 2026 yang menunjukkan tren positif. Penyerapan tenaga kerja meningkat, sementara angka pengangguran terus menurun.

Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution, menyampaikan bahwa secara umum terjadi perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Terjadi penambahan jumlah penduduk bekerja serta penurunan pengangguran dibanding Februari tahun lalu,” ujarnya dalam rilis resmi, Selasa (5/5/2026).

Sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026, jumlah penduduk bekerja di Lampung bertambah sekitar 34,53 ribu orang. Kenaikan ini diikuti pertumbuhan angkatan kerja sebesar 0,59 persen, meskipun kelompok bukan angkatan kerja meningkat lebih tinggi, yakni 3,10 persen.

Dari sisi komposisi, jumlah penduduk bekerja naik 0,71 persen, sedangkan jumlah pengangguran turun 2,17 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pun tercatat menurun menjadi 3,95 persen atau sekitar 202,32 ribu orang.

Perbaikan juga terlihat dari sisi gender. Tingkat pengangguran perempuan turun dari 5,07 persen menjadi 4,79 persen, mencerminkan meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja.

Namun demikian, terdapat perbedaan tren antara wilayah desa dan kota. Pengangguran di perdesaan menurun dari 3,44 persen menjadi 2,87 persen, sementara di perkotaan justru meningkat dari 5,21 persen menjadi 5,60 persen. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan.

Dari sisi sektor usaha, pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 44,03 persen, diikuti sektor perdagangan serta industri pengolahan.

Sementara itu, kualitas tenaga kerja juga menunjukkan peningkatan. Jumlah pekerja formal naik dari 1,43 juta menjadi 1,52 juta orang, sedangkan pekerja informal mengalami penurunan. Status pekerja sebagai karyawan/pegawai dan usaha mandiri juga mengalami peningkatan, sementara pekerja keluarga tidak dibayar menurun.

Dari aspek pendidikan, sekitar 8,90 persen tenaga kerja merupakan lulusan pendidikan tinggi. Namun, lulusan SD ke bawah masih mendominasi dengan porsi 36,46 persen, yang menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, proporsi pekerja penuh (≥35 jam per minggu) meningkat, sementara setengah pengangguran menurun. Di sisi lain, pekerja paruh waktu mengalami sedikit kenaikan.

“Perbaikan ini diharapkan terus berlanjut melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas,” tambah Ahmad Riswan.

Rilis ini menegaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan Lampung di awal 2026 berada dalam tren yang semakin membaik, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap terjaga.