Lampung–Jateng Teken Kerja Sama Rp833 Miliar

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) — Lampung dan Jawa Tengah mempertegas komitmen sinergi antarwilayah melalui penandatanganan kerja sama strategis senilai Rp833 miliar. Kesepakatan tersebut berlangsung dalam acara Malam Ramah Tamah antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Mahan Agung, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan yang dihadiri jajaran pimpinan daerah, BUMD, serta asosiasi pengusaha dari kedua provinsi itu menjadi momentum penguatan integrasi ekonomi domestik antara Sumatera dan Jawa.

Gubernur Lampung menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Jawa Tengah. Ia menegaskan hubungan kedua daerah bukan sekadar kemitraan administratif, tetapi memiliki ikatan historis kuat melalui transmigrasi.

“Berdasarkan data BPS, sekitar 57 persen penduduk Lampung bersuku Jawa, sebagian besar dari Jawa Tengah. Ini menjadi modal sosial besar dalam membangun sinergi ekonomi,” ujarnya.

Ia menyoroti posisi strategis Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan keunggulan sektor pertanian, perkebunan, dan bahan baku. Sementara Jawa Tengah dinilai sukses menjadi role model nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur.

Transaksi kerja sama yang mencapai Rp833 miliar disebut sebagai bukti nyata keterhubungan rantai pasok (supply chain) antara kedua wilayah, melibatkan dunia usaha dan BUMD.

“Pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah dan dunia usaha bergerak seiring, saling mendukung dan menguatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya integrasi ekonomi antarprovinsi di tengah keterbatasan APBD.

“Kita harus menumbuhkan ekonomi baru melalui skema Business to Business (B2B) dan integrasi domestik, bukan hanya ekspor ke luar negeri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan kepala daerah berperan sebagai “manajer pemasaran” untuk menarik investasi dan memastikan kebijakan daerah selaras dengan pemerintah pusat.

Sebanyak 11 butir kerja sama disepakati, mencakup penguatan pendidikan vokasi SMK, pengembangan industri dan perdagangan, pemanfaatan gas bumi dan energi baru terbarukan, peningkatan kapasitas sektor pertanian dan perikanan, pengembangan wisata religi dan bahari (Pahawang–Karimunjawa), hingga kemitraan rantai pasok komoditas seperti gula, ubi, kopi, bawang, dan tepung tapioka.

Melalui kolaborasi ini, kedua provinsi berharap tercipta pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.