• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, February 27, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home News

Akademisi: Lampung Punya Peluang Besar di Perdagangan Karbon, Asal Tata Kelola Kuat

by portall news
January 21, 2026
in News
Akademisi: Lampung Punya Peluang Besar di Perdagangan Karbon, Asal Tata Kelola Kuat
105
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) — Skema perdagangan dan pendanaan karbon dinilai berpotensi menjadi alternatif pembiayaan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung. Namun, implementasinya harus dilakukan secara bertahap dengan tata kelola yang kuat, regulasi jelas, serta pelibatan masyarakat secara adil dan inklusif.

Pandangan tersebut disampaikan akademisi dari Universitas Lampung (Unila) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Keduanya menilai Lampung memiliki modal alam strategis berupa kawasan hutan dan ekosistem pesisir, tetapi nilai ekonominya baru terwujud jika dikelola berbasis bukti ilmiah serta didukung sistem pemantauan dan verifikasi yang kredibel.

Ketua Departemen Manajemen Hutan IPB, Dr. Ir. Soni Trison, menyebut pengelolaan taman nasional di Lampung, termasuk Taman Nasional Way Kambas, selama ini menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Baca Juga

Inflasi Pangan Naik, Kemendagri Minta Daerah Turun Tangan

Jelang Lebaran, Jalan Provinsi Lampung Dipastikan Mulus

Marindo Genjot Integrasi Digital, Lampung-In Jadi Pusat Layanan Publik

“Pengelolaan taman nasional membutuhkan biaya besar, mulai dari patroli, penanganan kebakaran hutan, konflik satwa-manusia, hingga pemulihan habitat. Sementara anggaran negara sering kali belum sebanding dengan kompleksitas persoalan di lapangan,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada masyarakat sekitar hutan. Lemahnya pengawasan dapat meningkatkan konflik satwa, sementara minimnya program pemberdayaan membuat warga kehilangan alternatif mata pencaharian. Dalam situasi ini, masyarakat berada pada posisi dilematis antara menjaga hutan dan memenuhi kebutuhan ekonomi.

Menurut Soni, pendanaan karbon bisa menjadi sumber pembiayaan alternatif sekaligus bentuk pengakuan atas peran masyarakat dalam menjaga kawasan. Namun ia mengingatkan, skema karbon tidak boleh sekadar menjadi proyek teknis.

“Jika pembagian manfaat tidak jelas dan masyarakat tidak dilibatkan sejak awal, karbon berpotensi dipersepsikan sebagai pembatasan baru yang dibungkus jargon lingkungan global,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya keadilan sosial dalam implementasi skema tersebut. Manfaatnya harus nyata, seperti dukungan mata pencaharian alternatif, penguatan kelembagaan desa, mitigasi konflik satwa-manusia, hingga peningkatan layanan sosial.

Senada, akademisi Unila Dr. Saring Suhendro menilai secara potensi, Lampung berada pada posisi kuat untuk masuk dalam perdagangan karbon, terutama melalui rehabilitasi mangrove, pengelolaan hutan, dan praktik lahan berkelanjutan.

“Potensinya ada, tetapi tidak otomatis. Peluang ini hanya bermakna jika dikelola serius, bukan sekadar ikut tren,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perdagangan karbon berbasis pasar menuntut kinerja tambahan penurunan emisi yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Karena itu, setiap skema harus diawali penetapan baseline yang jelas dan dilengkapi sistem monitoring, reporting, and verification (MRV).

“Tanpa MRV yang kuat, unit karbon tidak sahih secara akademis dan berisiko menjadi praktik greenwashing,” katanya.

Selain aspek teknis, legitimasi sosial juga menjadi faktor krusial. Jika masyarakat lokal tidak memperoleh manfaat yang adil, potensi resistensi sosial dapat muncul.

Kedua akademisi sepakat, perdagangan karbon bukan solusi instan bagi persoalan lingkungan di Lampung. Namun dengan tata kelola yang transparan, berbasis sains, serta menjamin keadilan sosial, skema ini dapat menjadi jalan tengah antara konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Previous Post

Ketua DPRD Lampung Turun Sawah, Perkuat Ketahanan Pangan di Lampung Timur

Next Post

Wulan Mirza Gandeng APJI Kawal Mutu Makan Bergizi Gratis

Next Post
Wulan Mirza Gandeng APJI Kawal Mutu Makan Bergizi Gratis

Wulan Mirza Gandeng APJI Kawal Mutu Makan Bergizi Gratis

Gubernur: Pembangunan Tak Hanya Jalan, APJI Kunci Gizi dan Ekonomi Lampung

Gubernur: Pembangunan Tak Hanya Jalan, APJI Kunci Gizi dan Ekonomi Lampung

31 Pejabat Pemprov Lampung Dilantik, Gubernur Tekankan Integritas dan Kinerja

31 Pejabat Pemprov Lampung Dilantik, Gubernur Tekankan Integritas dan Kinerja

TP PKK Lampung Matangkan Program Desa Tapis 2026

TP PKK Lampung Matangkan Program Desa Tapis 2026

Akademisi Unila Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Putus Rantai Politik Uang

Akademisi Unila Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Putus Rantai Politik Uang

No Result
View All Result

Recent Posts

  • SD Al Kautsar Gelar Berbagai Kegiatan Keagamaan Selama Ramadhan
  • PGN Masuk 500 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik Versi TIME
  • Bandar Lampung Genjot Screening, Target Eliminasi HIV 2030
  • Puasa Yang Sesungguhnya
  • Inflasi Pangan Naik, Kemendagri Minta Daerah Turun Tangan

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist