• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, June 11, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Katek Jero

Refleksi

by portall news
June 11, 2026
in Headline
Katek Jero
128
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Beberapa waktu lalu ada sahabat lama mengomentari artikel penulis di suatu media online dengan bahasa Palembang “katek jeronyo wong mak iniari kurupsi”; yang terjemahan bebasnya tidak ada kapoknya orang sekarang untuk korupsi. Diksi yang beliau pakai membangkitkan kenangan lama saat hidup di kota Palembang. Dan, diksi ini dipakai manakala orang sudah sangat kesal terhadap suatu keadaan, dengan melampiaskan kemarahan dalam wilayah verbal. Baiklah kita telusuri secara filosofis makna diksi itu.

Penggunaan ungkapan “katek jero” dalam bahasa palembang, yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai keadaan seseorang yang tidak pernah jera/kapok meskipun sudah berkali-kali menerima akibat dari perbuatannya. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku buruk yang terus diulang, seolah-olah pengalaman, hukuman, maupun rasa malu tidak lagi memiliki daya untuk mengubah sikap. Ungkapan tersebut terasa sangat relevan ketika melihat berbagai persoalan yang terus berulang di negeri ini, terutama dalam perkara korupsi yang seperti tidak pernah menemukan ujungnya.

Baca Juga

Buka Munas XVIII HIPMI, Prabowo Dorong Pengusaha Muda Jadi Motor Ekonomi Nasional

Prabowo Jawab Kritik Kunjungan Luar Negeri, Tegaskan Politik Bebas Aktif

Senior HIPMI: Pengusaha Muda Jangan Cengeng Hadapi Krisis

Setiap hari masyarakat disuguhi berita tentang proses hukum terhadap pelaku korupsi. Ruang-ruang sidang dipenuhi perkara yang melibatkan penyalahgunaan jabatan, penggelapan anggaran, suap, dan berbagai bentuk penyelewengan lainnya. Berkas demi berkas dibuka, fakta demi fakta diungkap, dan vonis demi vonis dijatuhkan. Namun yang mengherankan, semua itu seolah tidak mampu menghentikan lahirnya kasus-kasus baru. Ketika satu perkara selesai diperiksa, perkara lain muncul. Ketika satu pelaku menjalani hukuman, pelaku baru bermunculan. Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa korupsi tetap tumbuh di tengah ancaman hukuman yang nyata.

Jawabannya mungkin dapat ditemukan dalam ungkapan sederhana tadi “katek jero”. Ada kecenderungan sebagian orang untuk menganggap bahwa keuntungan yang diperoleh dari perbuatan buruk jauh lebih besar daripada risiko yang akan dihadapi. Kesempatan untuk memperoleh kekayaan secara cepat sering kali mengalahkan pertimbangan moral maupun hukum. Bahkan pertimbangan ajaran agama pun mereka langgar. Akibatnya, pengalaman melihat orang lain ditangkap dan dipenjara tidak lagi menjadi pelajaran. Peristiwa itu hanya dianggap sebagai nasib buruk yang menimpa orang lain, bukan sebagai peringatan yang harus direnungkan.

Lebih dari itu, korupsi bukan sekadar persoalan individu. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kadang memberi ruang bagi perilaku tersebut. Ketika integritas tidak dihargai, ketika transparansi lemah, dan ketika pengawasan tidak berjalan secara optimal bahkan bisa diajak kerjasama, maka korupsi menemukan tempat yang subur untuk berkembang. Dalam kondisi seperti itu, seseorang yang awalnya ragu dapat tergoda untuk mengikuti kebiasaan yang dianggap lumrah. Lambat laun, pelanggaran berubah menjadi budaya, dan budaya itu diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lebih memprihatinkan lagi adalah dampak korupsi yang sesungguhnya dirasakan oleh masyarakat luas. Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, atau pelayanan publik lainnya dapat berkurang karena diselewengkan. Akibatnya, kualitas layanan menurun dan rakyat menjadi pihak yang paling dirugikan. Korupsi bukan hanya soal angka dalam laporan keuangan, melainkan juga tentang kesempatan yang hilang, harapan yang pupus, dan kesejahteraan yang tertunda.

Ironisnya, meskipun dampak tersebut begitu nyata, masih ada orang yang tetap memilih jalan yang sama. Mereka menyaksikan bagaimana pelaku korupsi dipermalukan di depan publik, menjalani proses hukum yang panjang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan kehormatan di mata keluarga dan masyarakat. Namun semua kenyataan itu tidak cukup untuk menghentikan niat melakukan pelanggaran. Seolah-olah ada keyakinan bahwa mereka tidak akan tertangkap, atau bahwa mereka lebih cerdik daripada mereka yang sudah lebih dahulu tersandung kasus serupa.

Sikap katek jero inilah yang menjadi tantangan besar dalam pemberantasan korupsi. Hukuman yang berat memang penting, tetapi hukuman saja tidak cukup. Perubahan harus dimulai dari cara pandang terhadap amanah dan tanggung jawab. Jabatan bukanlah sarana untuk memperkaya diri, melainkan kepercayaan yang harus dijaga. Kekuasaan bukanlah kesempatan untuk mengambil keuntungan pribadi, melainkan alat untuk melayani kepentingan masyarakat. Tanpa perubahan nilai dan karakter, berbagai upaya penegakan hukum hanya akan menjadi pekerjaan yang terus berulang.

Pendidikan juga memegang peranan penting. Kejujuran, tanggung jawab, dan rasa malu terhadap perbuatan tercela harus ditanamkan sejak dini. Masyarakat yang menghargai integritas akan lebih sulit ditipu oleh praktik-praktik korup. Sebaliknya, jika keberhasilan hanya diukur dari kekayaan tanpa memperhatikan cara memperolehnya, maka korupsi akan selalu menemukan pembenaran.

Korupsi akan terus muncul selama masih ada orang yang katek jero, yang mengabaikan pengalaman, menutup mata terhadap akibat, dan memilih keuntungan sesaat dibandingkan tanggung jawab jangka panjang. Karena itu, perjuangan melawan korupsi sesungguhnya bukan hanya soal menangkap pelaku, melainkan juga membangun kesadaran agar setiap orang mampu belajar dari kesalahan yang sudah begitu sering terjadi. Jika kesadaran itu tumbuh, maka ungkapan katek jero tidak lagi menjadi gambaran negeri ini, melainkan sekadar pengingat tentang masa lalu yang berhasil ditinggalkan.
Salam Waras (R-2)

Previous Post

Buka Munas XVIII HIPMI, Prabowo Dorong Pengusaha Muda Jadi Motor Ekonomi Nasional

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Katek Jero
  • Buka Munas XVIII HIPMI, Prabowo Dorong Pengusaha Muda Jadi Motor Ekonomi Nasional
  • Prabowo Jawab Kritik Kunjungan Luar Negeri, Tegaskan Politik Bebas Aktif
  • Senior HIPMI: Pengusaha Muda Jangan Cengeng Hadapi Krisis
  • Bunda Eva Sambut Presiden Prabowo, Bandar Lampung Siap Sukseskan Munas HIPMI

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist