PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Tiga mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menciptakan aplikasi bernama TELSA Super App, sebuah platform digital untuk mendukung tata kelola perkebunan sawit rakyat yang lebih baik dan berkelanjutan. Inovasi ini mengantarkan tim Unila meraih 10 besar nasional pada ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia) pada 20–21 Juli 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) Unila, yakni Muhammad Ghaza Darmawan, Dhimas Haryadi, dan Maharani Cahyaning Asyura, dengan dosen pembimbing Dr. Ing Melvi, S.T., M.T.
Melalui riset bertajuk “TELSA Super App: Platform ERP (Enterprise Resource Planning) untuk Mendukung Implementasi ISPO bagi Perkebunan Sawit Rakyat”, tim mahasiswa Unila menghadirkan kemudahan dalam bentuk sistem digital terintegrasi.
“Selama ini, perkebunan sawit rakyat sering kali menghadapi tantangan dalam pencatatan data dan tata kelola kebun. Aplikasi TELSA hadir untuk menyederhanakan berbagai proses pengelolaan perkebunan secara sistematis dalam satu platform,” ujar salah satu mahasiswa peneliti, Muhammad Ghaza Darmawan.
Selain itu, lanjutnya, aplikasi ini juga dirancang untuk membantu petani dalam memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan lebih mudah.
Pekan Riset Sawit Indonesia diikuti oleh sekitar 1.300 peserta dari berbagai kalangan. Selama dua hari, rangkaian acara diisi dengan seminar dan diskusi panel yang membahas berbagai isu penting, mulai dari ekosistem industri sawit berkelanjutan, hilirisasi, tantangan iklim, hingga kesiapan implementasi B50.
Tidak hanya berdiskusi, ajang ini juga memamerkan beragam hasil riset inovatif di bidang pangan, kesehatan, bioenergi, biomaterial atau oleokimia, lingkungan, hingga sosial-ekonomi. Sebanyak 24 hasil Grant Riset Sawit serta 10 inovasi terbaik dari mahasiswa turut ditampilkan kepada publik.
Forum ini sekaligus menjadi wadah strategis yang mempertemukan para peneliti, perguruan tinggi, pegiat startup, dan pelaku industri untuk berkolaborasi dan mewujudkan komersialisasi riset secara nyata.
Kehadiran tim mahasiswa Unila di forum Perisai 2026 turut didampingi oleh Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian, Prof. Bustanul Arifin, dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Maulana Mukhlis. Pendampingan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset dan inovasi sivitas akademika, sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam mendorong hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan strategis nasional. Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, kehadiran TELSA Super App diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong hasil riset perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi akademis, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh dunia usaha dan dunia industri,” ujar Maulana Mukhlis.
Menurutnya, melalui inovasi tersebut, mahasiswa Unila turut berkontribusi dalam mendorong transformasi digital, meningkatkan daya saing petani, dan memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kelapa sawit nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi sivitas akademika Unila untuk terus menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (R-1)






Recent Comments