PORTALLNEWS.ID (Lampung Selatan) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Magister (S2) Perencanaan Wilayah dan Kota. Izin tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Nomor 1196/B/O/2026 tentang Izin pembukaan program studi Perencanaan Wilayah dan Kota Program Magister pada Institut Teknologi Sumatera di Lampung Selatan, yang ditetapkan di Jakarta, 7 Oktober 2026.
Rektor Itera Prof. Elfahmi menyampaikan, pendirian Prodi S2 PWK, merupakan salah satu upaya Itera untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam membangun Lampung dan Indonesia.
Program Studi S2 PWK ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, riset, dan inovasi di bidang perencanaan wilayah kota, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan masukan terhadap perencanaan tata kota yang semakin baik, smart, dan berkelanjutan. Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada tim pengusul, dan Kemdiktisaintek yang telah mendukung, dengan mengeluarkan izin pembukaan Prodi S2 PWK Itera.
“Semoga Prodi Magister PWK menjadi prodi yang unggul dan diminati oleh para ahli perencanaan wilayah dan kota, tidak hanya di Lampung tetapi juga di Indonesia,” ujar Elfahmi.
Sementara, Ketua Tim Pengusul Pendirian Prodi Magister PWK Itera, Dr. Muhammad Zainal Ibad, mengatakan, pengajuan program tersebut telah dilakukan sejak awal 2025. Inisiatif ini didorong oleh tingginya minat alumni S1 PWK Itera untuk melanjutkan studi magister. Setiap tahun, program sarjana PWK Itera meluluskan lebih dari 150 mahasiswa, sebagian di antaranya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lain.
Selain memenuhi kebutuhan pendidikan lanjutan, program ini diharapkan menjawab kebutuhan pemerintah daerah terhadap tenaga ahli yang mampu merencanakan pembangunan wilayah secara berkelanjutan, mengantisipasi risiko bencana, serta merespons perkembangan teknologi perkotaan.
“Secara khusus, Magister PWK Itera menekankan pendekatan cerdas (intelligent) dan tangguh (resilience) dalam kurikulumnya. Pendekatan ini menjadi ciri khas program dalam menjawab tantangan perencanaan wilayah dan kota pada masa mendatang,” ujar Dr. Ibad, saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pengembangan program studi didukung tenaga pengajar dengan keahlian multidisiplin, di antaranya Prof. Harkunti Pertiwi Rahayu di bidang kebencanaan, Prof. Ibnu Syabri di bidang transportasi cerdas, Ir. M. Bobby Rahman, Ph.D., di bidang kewilayahan, serta Dr. Muhammad Zainal Ibad di bidang infrastruktur berkelanjutan. Tim pengajar juga mencakup Hafi Munirwan, Ph.D., di bidang kajian perkotaan, Dr. Asnani di bidang sosiologi perkotaan, dan Dr. Asirin di bidang perencanaan wilayah berkelanjutan.
Dr. Ibad menjelaskan, persiapan pembukaan program mencakup penguatan kurikulum, pemenuhan sarana dan prasarana, serta pengembangan kerja sama internasional untuk mendukung internasionalisasi Itera. Program ini diharapkan menjadi ruang pengembangan pendidikan dan riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan wilayah di tingkat nasional maupun global.
Pada penerimaan angkatan pertama tahun ajaran 2027/2028, tim pengusul menargetkan sekitar 20 mahasiswa. Program ini terbuka bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada sarjana PWK, sepanjang memenuhi persyaratan penerimaan.
Dr. Ibad juga menyebut, lulusan Magister PWK Itera nantinya berpeluang berkarier di pemerintahan sebagai birokrat dan perencana pembangunan, menjadi konsultan, serta mengembangkan keahlian di bidang urban data science, mitigasi bencana perkotaan dan kewilayahan. Lulusan juga dapat berkiprah sebagai akademisi dan peneliti di bidang perencanaan berkelanjutan dan tata kelola kota pintar. (R-1)


Recent Comments