PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Tim Resmob Polda Lampung meringkus buronan pelaku perampokani mini market, Aan (43 tahun), di sekitar Rajabasa, Bandar Lampung, Senin (27/7/2021). Aparat terpaksa menembak kaki pelaku karena berupaya melawan petugas dan melarikan diri.
Dir Reskrimum Polda Lampung Kombes Muslimin Ahmad mengatakan, tersangka Aan melakukan pelaku perampokan mini market yang ada di wilayah Rawa laut, Enggal Bandar Lampung, pada 30 Maret 2021 lalu.
Tersangka Aan melakukan perampokan bersama rekannya Id yang telah lebih dulu ditangkap aparat pada April lalu. Sedangkan Aan buron selama empat bulan ke wilayah Mesuji Sumatera Selatan dan berpindah-pindah lokasi.
“Penangkapan terhadap tersangka, bermula ketika polisi mendapat informasi jika tersangka hendak pulang ke rumahnya di Rawa Subur, Enggal Bandar Lampung. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mencari tahu keberadaan tersangka, yang berpindah pindah lokasi selama dalam pelariannya. Polisi kemudian mengetahui keberadaan tersangka di wilayah Rajabasa Bandar lampung, dan langsung menangkap tersangka, ” ujar Muslimin Ahmad, Senin (27/7/2021).
Usai dilumpuhkan dengan timah panas, polisi kemudian membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung guna mendapat perawatan medis.
Kepada polisi, tersangka Aan mengakui perbuatannya merampok mini market dengan cara menodongkan senjata tajam jenis golok kebagian leher korban pemilik mini market. Ironisnya, korban merupakan wanita paruh baya yang masih dikenal oleh kedua tersangka.
Usai mengancam korbannya, tersangka kemudian menguras sejumlah barang berharga milik korban yang sedang berada di toko minimarket miliknya. Kawanan perampokan itu berhasil membawa kabur dua unit ponsel gengam, uang tunai Rp1,5 juta dalam laci minimarket serta sejumlah perhiasan yang dikenakan korban.
Polisi berhasil mengidentifikasi kedua tersangka dari rekaman kamera pengawas CCTV yang terpasang di dalam minimarket.
Berdasarkan rekaman CCTV itu, polisi terlebih dulu berhasil meringkus tersangka Id di kawasan Tulang Bawang.
Dari keterangan tersangka Id tersebut, polisi kemudian mendapat informasi jika aksi perampokan itu dilakukan bersama tersangka Aan. Bahkan aksi perampokan itu didalangi oleh tersangka Aan yang merencanakan sehari sebelumnya.
Selain berhasil meringkus tersangka Aan yang merupakan otak dari aksi perampokan itu, polisi juga menyita sebilah golok yang digunakan para pelaku saat beraksi. Sementara barang berharga seperti ponsel genggam dan perhiasan korban sudah laku terjual, serta uangnya digunakan untuk berfoya foya selama dalam pelariannya.
Polisi menjerat tersangka dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai aksi kekerasan, serta terancam hukuman pidana maksimal selama 9 tahun kurungan penjara.
Recent Comments