Mirza Perintahkan Percepatan Pemadaman Karhutla, Way Kambas Jadi Prioritas

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) –  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penguatan mitigasi hingga tingkat desa untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di tengah cuaca kering. Salah satu fokus penanganan adalah kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, yang telah berlangsung selama 24 hari sejak 25 September 2026.

Arahan tersebut disampaikan Mirza dalam konferensi pers di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Senin (19/10/2026). Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

“Penanganan bencana tidak akan bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Semangat kolaborasi itu harus kita dorong, dengan koordinasi yang baik bersama TNI, Polri, relawan, serta masyarakat di desa, kabupaten, kota, dan kecamatan,” ujar Mirza.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Pemerintah perlu memetakan wilayah yang berulang kali mengalami titik panas, memperkuat patroli, serta menyosialisasikan bahaya pembakaran sampah dan lahan selama kondisi cuaca masih kering.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi menjelaskan, pemantauan titik panas dilakukan melalui citra satelit, aplikasi Pusdalops, serta laporan masyarakat dan BPBD kabupaten/kota. Data satelit diperbarui dua kali sehari, sekitar pukul 08.00 dan 20.00 WIB.

Hasil pemantauan menunjukkan rata-rata 30–60 titik panas pada laporan malam yang dirilis pagi hari dan 80–100 titik pada laporan siang yang dirilis malam hari. Namun, titik panas tidak selalu menandakan kebakaran karena dapat berasal dari suhu panas atau aktivitas pembakaran terkendali.

Karena itu, Mirza meminta data tersebut dimanfaatkan sebagai dasar mitigasi. BPBD diminta memetakan pola persebaran titik panas dan menyampaikan hasilnya kepada pemerintah kabupaten/kota agar pencegahan dapat dilakukan hingga tingkat desa.

Pemadaman Way Kambas Diperkuat

Di kawasan TNWK, pemadaman hingga laporan 18 Oktober telah menjangkau sekitar 192 hektare melalui operasi darat. Sementara itu, pemadaman menggunakan metode water bombing atau pengeboman air telah dilakukan sedikitnya 923 kali, dengan estimasi area yang terkena siraman sekitar 124 hektare.

Pemantauan menggunakan drone pada pukul 17.00 WIB sehari sebelumnya masih menunjukkan sekitar 30 hektare area terbakar atau berasap. Area tersebut meliputi titik B sekitar 3 hektare, titik C sekitar 13 hektare, dan titik D sekitar 14 hektare.

Petugas mengoperasikan empat tim darat untuk melakukan pemantauan menggunakan drone, pemadaman di Rawa Gelam dan titik B, serta membuka jalur sekitar enam kilometer menuju titik D.

Operasi menghadapi sejumlah kendala, antara lain vegetasi yang rapat, keterbatasan peralatan dan logistik, serta jarak sumber air dari Sungai Way Pegadungan ke titik api yang mencapai sekitar 1,5 kilometer.

Untuk memperkuat penanganan, BNPB memberikan dukungan peralatan pemadaman yang direncanakan didistribusikan kepada sekitar 350 personel satuan tugas darat. Pemprov Lampung juga berharap ada tambahan helikopter untuk mendukung pemadaman dari udara.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan bersama BNPB dan BMKG pada 11–13 Oktober melibatkan tiga sorti penerbangan selama total 6 jam 16 menit, dengan penggunaan 3.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai. Operasi dihentikan pada 18 Oktober karena tidak ditemukan awan potensial untuk penyemaian.

Kebakaran di Sejumlah Wilayah Ditangani

Selain Way Kambas, pemerintah menangani kebakaran di sekitar gerbang tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, serta tempat pembuangan sampah di sekitar kilometer 132B Tol Lampung Tengah, tepatnya di Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar.

Kebakaran di Menggala yang terjadi pada 16 Oktober telah terkendali pada malam hari dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Sementara itu, kebakaran di lokasi pembuangan sampah berdampak pada area sekitar 1,5 hektare, tanpa laporan korban jiwa maupun bangunan terdampak.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengoordinasikan dukungan personel dan armada pemadam dari sejumlah daerah untuk menangani kebakaran di Lampung Tengah. Bantuan tersebut mencakup dua unit mobil pemadam dari Bandar Lampung serta masing-masing satu unit dari Metro, Lampung Selatan, dan Pesawaran, ditambah dukungan ekskavator.

Ekskavator digunakan untuk mengurai dan membolak-balik tumpukan sampah agar api yang masih membara di bagian dalam dapat dipadamkan secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Riski Sofyan melaporkan bahwa hasil pengukuran tujuh parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Bandar Lampung dan sekitarnya, berdasarkan pembaruan pukul 09.00 WIB pada 19 Oktober 2026, masih berada di bawah ambang batas baku mutu udara. Meski demikian, masyarakat tetap diminta menjaga lingkungan dan menerapkan langkah perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dalam konferensi pers tersebut, BPBD Lampung juga melaporkan empat erupsi berdurasi pendek Gunung Anak Krakatau pada 18 Oktober 2026. Berdasarkan koordinasi dengan pos pengamatan dan relawan di Pulau Sebesi serta Pulau Tejang, abu vulkanik dilaporkan belum mencapai pulau-pulau terdekat dan kondisi gelombang masih normal.

Pemerintah tetap memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut serta mengimbau masyarakat mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari otoritas terkait.

Mirza meminta seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat tetap siaga hingga musim hujan tiba. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi bencana secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Melalui percepatan pemadaman, pemetaan titik panas, patroli kawasan hutan, dan penguatan koordinasi lintas daerah, Pemprov Lampung berharap kebakaran dapat dikendalikan lebih cepat serta risiko kejadian berulang dapat ditekan.