Pesantren Kilat Awali Masa Sekolah Siswa Baru SMA Al Kautsar

PORTALLNEWS.ID (Lampung Selatan) – SMA Al Kautsar menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) bagi 424 siswa baru selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 9-11 Juli 2026. Sanlat ini wajib diikuti oleh semua siswa baru sebelum mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mulai digelar Senin, 13 Juli 2026.

Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair menegaskan, pesantren kilat bukan sekedar kegiatan pembuka tahun pelajaran, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun karakter, memperkuat keimanan dan menanamkan akhlak mulia. Melalui pesantren kilat, para siswa baru membiasakan diri menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Ilmu pengetahuan yang tinggi harus berjalan seiring dengan keimanan yang kokoh dan akhlak yang terpuji. Inilah fondasi yang akan mengantarkan para siswa menjadi pribadi yang sukses sekaligus bahagia di akhirat,” ujar Eko.

Dia berharap, melalui kegiatan Sanlat, semakin tumbuh kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Membiasakan ibadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, menjalin ukhuwan islamiyah dengan teman-teman dan mengenal budaya belajar serta karakter unggul SMA Al Kautsar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sanlat Siswa Baru, Ari Gunawan mengatakan, kegiatan Sanlat dilaksanakan selama tiga hari dua malam. Seluruh peserta menginap di sekolah. Selama Sanlat, para peserta dimentori oleh Ustadz dan Ustadzah yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Para peserta dibekali dengan materi keislaman dan praktik ibadah sehari-hari.

Beberapa materi yang disampaikan adalah fiqih wudhu, fiqih istinjak, fiqih shalat sunnah dan fiqih mandi. Lalu materi tentang iman kepada Allah, Rasul dan malaikat.

“Semua siswa juga mengikuti bimbingan materi, bacaan dan praktik shalat. Termasuk bimbingan zikir, doa, tahsin dan tahfidz quran,” kata Ari.

Materi lainnya tentang kisah teladan sahabat Rasulullah, adab di masjid, adab makan dan minum, serta adab kepada orang tua, guru dan teman.

“Kegiatan terakhir hari ini adalah post test dan setoran hapalan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi dan praktik ibadah yang telah diberikan, ” ujar Ari.

Dia berharap, kegiatan Sanlat selama tiga hari ini dapat memotivasi siswa untuk menjadi pribadi yang unggul, berprestasi, dan berakhlak islami sejak awal masuk sekolah. (R-1)