• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, August 30, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Sabar dan Syukur, Sebagai Etika Religius

Refleksi

by portall news
August 30, 2026
in Headline
Pemimpinnya Sibuk Ngomong, Rakyatnya Hanya Bengong

Prof. Dr. Sudjarwo. M.S.

102
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Beberapa waktu lalu mendapatkan tugas dari lembaga untuk merumuskan suatu konsep filosofis kehidupan kampus yang khas; dan, hanya dimiliki oleh lembaga tempat penulis berada. Berdasarkan bergumulan pemikiran dan diskusi dengan para petinggi lembaga disepakatilah adanya mataajar yang bernama “etika religius”. Konsep filosofis ini disajikan dalam bentuk terintegrasi dengan seluruh matakuliah yang ada dalam bentuk Capaian Pembelajaran. Dengan kata lain etika religious diharapkan menjadi penciri-nya lembaga. Inti pokok dari etika religius ini ialah hidup yang selalu bersabar dan bersyukur.

Kehidupan manusia merupakan perjalanan eksistensial yang berlangsung dalam keterbatasan waktu, ruang, dan kemampuan. Manusia dapat merencanakan dan mengusahakan sesuatu, tetapi tidak sepenuhnya mampu menentukan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Ada kelahiran, keberhasilan, kegagalan, kehilangan, penderitaan, kebahagiaan, dan kematian yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan. Dalam kondisi tersebut, manusia membutuhkan orientasi yang tidak hanya bersifat rasional, tetapi juga spiritual. Etika religius hadir sebagai pedoman yang mengarahkan manusia untuk menjalani kehidupan berdasarkan nilai kebaikan, tanggung jawab, dan kesadaran akan hubungan dengan Tuhan. Dalam konteks tersebut, sabar dan syukur merupakan dua kebajikan fundamental yang membentuk kualitas kehidupan religius.

Baca Juga

Gubernur Mirza Targetkan Bhayangkara Presisi Lampung FC Tembus 3 Besar

1.500 Pelari Ramaikan Krakatau Run 2026 di Bandar Lampung

Gubernur Mirza Dorong Riset dan Hilirisasi Komoditas Berbasis Desa

Sabar secara filosofis bukan sekadar kemampuan menunggu atau menerima keadaan secara pasif. Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri ketika berhadapan dengan keadaan yang tidak sesuai dengan kehendak. Penderitaan, kegagalan, penghinaan, ketidakadilan, dan kehilangan dapat membangkitkan kemarahan serta keputusasaan. Namun, kesabaran memberikan ruang batin agar manusia tidak langsung dikuasai oleh emosi. Ia mampu mempertimbangkan tindakan secara lebih jernih dan memilih respons yang sesuai dengan nilai moral. Karena itu, kesabaran merupakan bentuk kebebasan moral, sebab manusia tidak membiarkan keadaan menentukan seluruh tindakannya.

Pada etika religius, kesabaran juga tidak berarti berhenti berusaha. Sabar justru berjalan bersama ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban memperjuangkan kebaikan, memperbaiki keadaan, dan menghadapi persoalan dengan sungguh-sungguh. Hasil akhir bukan sepenuhnya berada dalam kekuasaan manusia, tetapi usaha merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya. Kesabaran muncul ketika manusia mampu menerima keterbatasan hasil tanpa kehilangan keberanian untuk berbuat benar.

Dengan demikian, sabar membentuk karakter yang teguh, rendah hati, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi perubahan kehidupan.
Sementara itu, syukur merupakan kesadaran bahwa kehidupan dan segala yang terdapat di dalamnya tidak sepenuhnya merupakan hasil kemampuan manusia sendiri. Kesehatan, waktu, keluarga, pengetahuan, pekerjaan, kesempatan, dan berbagai kenikmatan merupakan sesuatu yang diterima sekaligus dipercayakan. Kesadaran tersebut melahirkan kerendahan hati karena manusia memahami bahwa dirinya bukan pusat dari seluruh keberadaan. Dalam perspektif religius, syukur merupakan pengakuan terhadap Tuhan sebagai sumber kehidupan sekaligus kesadaran bahwa setiap nikmat mengandung tanggung jawab.

Syukur karena itu tidak cukup diwujudkan melalui ucapan. Ia harus diterjemahkan ke dalam tindakan etis. Seseorang yang bersyukur akan menggunakan apa yang dimilikinya secara bertanggung jawab dan tidak menjadikannya sebagai alasan untuk menyombongkan diri. Kekayaan dapat menjadi sarana berbagi, ilmu menjadi sarana mencerdaskan, kekuasaan menjadi sarana melayani, dan waktu menjadi kesempatan untuk melakukan kebaikan. Dengan demikian, syukur memiliki dimensi sosial yang kuat karena mengubah kesadaran terhadap pemberian menjadi tanggung jawab terhadap sesama.

Sabar dan syukur merupakan dua kebajikan yang saling melengkapi. Sabar dibutuhkan ketika manusia berada dalam kesulitan, sedangkan syukur diperlukan ketika manusia memperoleh kemudahan. Sabar mencegah penderitaan berubah menjadi keputusasaan, sementara syukur mencegah kenikmatan berubah menjadi kesombongan. Keduanya menciptakan keseimbangan batin sehingga manusia tidak mudah kehilangan arah ketika keadaan berubah. Dalam kesulitan, ia tetap memiliki harapan; dalam keberhasilan, ia tetap memiliki kerendahan hati. Kondisi tersebut menunjukkan kedewasaan spiritual sekaligus kematangan etis.

Kesadaran bahwa dunia bersifat sementara semakin memperkuat pentingnya sabar dan syukur. Dunia dapat dipahami sebagai tempat persinggahan dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih abadi. Kesadaran akan kefanaan bukan alasan untuk meninggalkan kehidupan dunia, tetapi dorongan untuk menjalaninya secara bertanggung jawab. Waktu menjadi amanah, harta menjadi titipan, kekuasaan menjadi tanggung jawab, dan setiap tindakan menjadi bagian dari perjalanan moral manusia. Apa yang dimiliki pada akhirnya akan ditinggalkan, sehingga nilai kehidupan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kekayaan atau pencapaian, tetapi oleh kualitas kebaikan yang diwujudkan.

Pandangan tersebut juga membebaskan manusia dari keterikatan berlebihan terhadap hal-hal duniawi. Jabatan, kekayaan, popularitas, dan kenikmatan memiliki sifat sementara. Manusia tetap boleh mengejar keberhasilan, tetapi keberhasilan tidak boleh menjadi tujuan absolut. Kehidupan dunia harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yaitu sebagai ruang untuk membentuk karakter, menjalankan tanggung jawab, membangun hubungan yang baik, dan mengabdi kepada Tuhan. Dengan cara demikian, manusia tidak diperbudak oleh dunia, tetapi mampu menggunakan dunia sebagai sarana menuju kehidupan yang bermakna.

Oleh karena itu sabar dan syukur merupakan etika religius yang mengajarkan manusia untuk menjalani kehidupan dengan keseimbangan antara ikhtiar dan penerimaan, antara kenikmatan dan kerendahan hati, serta antara kehidupan dunia dan orientasi keabadian. Sabar mengajarkan keteguhan dalam menghadapi ujian, sedangkan syukur mengajarkan tanggung jawab dalam menerima anugerah. Keduanya menjadikan manusia lebih mampu mengendalikan diri, menghargai sesama, dan menyadari keterbatasan keberadaannya. Kehidupan yang religius bukanlah kehidupan yang menghindari dunia, melainkan kehidupan yang mampu menjalani dunia dengan kesadaran bahwa setiap waktu adalah amanah dan setiap tindakan memiliki makna moral. Dengan sabar yang tidak bertepi dan syukur yang tidak berujung, manusia dapat menjadikan perjalanan singkat di dunia sebagai proses menuju kehidupan yang lebih abadi.
Salam Waras (R-2)

Previous Post

Gubernur Mirza Targetkan Bhayangkara Presisi Lampung FC Tembus 3 Besar

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Sabar dan Syukur, Sebagai Etika Religius
  • Gubernur Mirza Targetkan Bhayangkara Presisi Lampung FC Tembus 3 Besar
  • 1.500 Pelari Ramaikan Krakatau Run 2026 di Bandar Lampung
  • Gubernur Mirza Dorong Riset dan Hilirisasi Komoditas Berbasis Desa
  • Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pendidikan, SDM Jadi Kunci Lampung Maju

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist