Siger Tarunapreneur Dorong Pemuda Desa Jadi Pengusaha

PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Karang Taruna meluncurkan Program Siger Tarunapreneur untuk mendorong lahirnya wirausaha muda perdesaan yang mandiri, bankable, dan berdaya saing.

Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026). Gubernur Lampung diwakili Sekdaprov Marindo Kurniawan dalam kegiatan tersebut.

Membacakan sambutan Gubernur Lampung, Marindo mengatakan kekuatan Lampung tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di desa.

“Hari ini kita sedang menanam sebuah harapan. Harapan bahwa anak-anak muda di desa tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan ekonomi, tapi juga menjadi pelaku utama yang menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi daerah, dan membangun masa depan desanya sendiri,” tegasnya.

Menurut Marindo, Siger Tarunapreneur sejalan dengan arah pembangunan daerah dan program Desa Maju, khususnya dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal dari tingkat desa.

Ia mencontohkan kopi, kakao dan singkong yang tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah, dikemas, diberi merek dan dipasarkan agar memiliki nilai tambah.

“Ukuran keberhasilan program ini bukan berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, bukan berapa banyak sertifikat yang dibagikan, tetapi berapa banyak pemuda yang benar-benar naik kelas. Berapa banyak usaha baru yang lahir dan berapa banyak usaha yang mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan program ini merupakan langkah konkret TPAKD bersama industri perbankan dan pasar modal untuk mendampingi pemuda desa melalui literasi keuangan, pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi hingga akses pasar.

Program tersebut juga diarahkan agar pemuda memahami layanan keuangan formal, mampu mengelola modal secara bijak serta ikut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pinjaman online ilegal dan judi online.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menegaskan komitmen organisasinya hingga tingkat desa dan pekon untuk menjadikan pemuda sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bank Lampung dan Karang Taruna Lampung terkait integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kartu ATM serta penetapan pemuda Karang Taruna sebagai agen Laku Pandai.

Selain itu, dilakukan kerja sama Karang Taruna dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dalam bidang literasi pasar modal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis rekening investasi saham BEI kepada perwakilan pemuda perdesaan oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan bersama Kepala OJK Lampung dan Ketua Karang Taruna Lampung.