SMP Al Kautsar Gelar English Camp Asah Rasa Percaya Diri Siswa Berbahasa Inggris

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – SMP Al Kautsar menggelar kegiatan English Camp selama lima hari, 29 Juni-3 Juli 2026, di sekolah setempat. Kegiatan ini untuk mengasah rasa percaya diri dan kemampuan siswa berbahasa Inggris secara aktif dan menyenangkan.

English Camp yang bekerja sama dengan Rumah Inggris Lampung ini diikuti oleh 35 peserta. Selama pelaksanaan, peserta dibekali dengan empat pilar utama kebahasaan, yakni listening dengan menyimak dialog, lagu, dan instruksi native. Lalu, grammar yang fokus pada simple present dan present continuous. Kemudian, pronunciation untuk perbaikan pelafalan melalui drilling dan tongue twister, serta speaking dengan mengajak siswa praktik langsung melalui role play, debate mini, dan storytelling.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Al Kautsar, Rudiyanto mengatakan, bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dunia sehingga belajar bahasa Inggris bisa menjadi jembatan untuk mengetahui dan mengeksplorasi dunia.

Sementara, Kepala Pusat Pendidikan Bahasa (Pusdikba) Al Kautsar, Choirul berpesan agar tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing, melainkan sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia.

Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso turut hadir dalam pembukaan kegiatan English Camp. Wagiso menekankan kepada seluruh peserta agar belajar bahasa Inggris dari sedini mungkin.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut salah,” kata Wagiso.

Ketua Pelaksana Kegiatan English Camp, Fatoni Latif mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata (vocabulary) dan tata bahasa (grammar) peserta; menumbuhkan keberanian berbicara (speaking confidence) di depan umum, tanpa rasa takut salah; mengaktifkan kemampuan mendengarkan (listening comprehension) secara intensif; serta membiasakan penggunaan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah, baik dengan teman maupun guru.

Menurut Fatoni, pada awal kegiatan masih terlihat beberapa peserta yang grogi dan malu untuk menggunakan bahasa Inggris saat sesi perkenalan. Namun, hal ini berhasil dicairkan oleh mentor melalui permainan perkenalan berpasangan.

“Pada hari-hari berikutnya, panitia memperbanyak sesi peer tutoring agar suasana belajar lebih santai. Juga disediakan speaking corner di setiap sudut sekolah untuk memaksimalkan pembiasaan bahasa Inggris,” kata Fatoni Latif.

“Selain itu, panitia bersama tutor juga memberikan reward harian bagi peserta paling aktif guna memantik motivasi,” tambahnya.

Fatoni memberikan semangat kepada para peserta English Camp untuk tidak takut salah saat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dia menekankan bahwa tidak ada yang salah dengan belajar, justru yang salah adalah saat berhenti mencoba.

“Setiap kata yang kalian ucapkan hari ini, meskipun salah pelafalan atau tata bahasanya adalah sebuah pukulan telak terhadap rasa takut kalian sendiri. Kalian adalah generasi pembelajar yang berani,” ujarnya.

Dia menegaskan, lima hari menginap di sekolah untuk mengikuti kegiatan English Camp menjadi wadah untuk penempaan diri dan keluar dari zona nyaman dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai teman.

Diharapkan, setelah mengikuti English Camp, keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris tetap digunakan, dimulai dari hal yang paling sederhana dengan menyapa guru dan teman dengan ‘Good morning, Sir/Ma’am!’ tanpa ragu.

“Keep pushing your limits, keep speaking, and keep shining! Kami sangat bangga pada kalian semua. Selamat berpetualang di dunia bahasa Inggris!” ujar Fatoni.

Pada hari keempat dilakukan kegiatan outbound di Taman Jayataruna D’archery, Natar, Lampung Selatan.

Kegiatan outbound ini bertujuan agar peserta lebih fresh mengikuti sesi pembelajaran selanjutnya. Selama kegiatan outbound, para peserta berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Kegiatan juga diselingi dengan game dan kemampuan memecahkan masalah secara berkelompok.

Mr.Taqim dari Rumah Inggris Lampung mengapresiasi kemajuan para peserta selama pelaksanaan English Camp.

“Banyak kemajuan yang terlihat pada siswa, awalnya malu-malu, kini sudah mulai berani menggunakan bahasa Inggris dalam berinteraksi,” tutur Mr. Taqim.

Salah satu peserta, Ataya, mengaku momen paling berkesan dia rasakan selama kegiatan English Camp adalah saat outbound karena proses belajarnya lebih santai, menyenangkan, serta dibarengi dengan game dan kerja kelompok.

“Alhamdulillah, kelompok saya menjadi kelompok terbaik,” ujar Ataya. (R-1)