• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, August 16, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Halu Atau Mimpi

Refleksi

by portall news
August 16, 2026
in Headline
Pemimpinnya Sibuk Ngomong, Rakyatnya Hanya Bengong

Prof. Dr. Sudjarwo. M.S.

105
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Sudjarwo , Guru Besar Universitas Malahayati

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Ada negeri yang mungkin terlalu indah untuk diceritakan dengan bahasa biasa. Di negeri itu, ketika kemarau memanjang dan sawah mulai retak-retak, kegelisahan rakyat tidak perlu berlarut-larut. Akan ada utusan yang dikirim menghadap langit, membawa perintah dari sang pemimpin agar awan segera menurunkan hujan. Seolah-olah persoalan cuaca cukup diselesaikan dengan sebuah perjalanan, sebuah pemaksaan, dan sedikit ancaman.

Di negeri yang sama, pekerjaan sederhana seperti mengupas bawang tiba-tiba memiliki nilai ekonomi yang mencengangkan. Bayangkan, seseorang yang duduk berjam-jam di dapur, matanya perih karena uap dan aroma bawang, memperoleh penghasilan tujuh ratus ribu dalam sekejab. Angka itu terdengar seperti kabar baik, terutama bagi mereka yang selama ini hidup dari upah harian. Namun ketika angka-angka besar mulai bertebaran di mana-mana, muncul pertanyaan sederhana: tujuh ratus ribu itu untuk sehari, sebulan, atau sekadar angka yang dilemparkan ke udara agar terdengar mengagumkan?

Baca Juga

Eva Dwiana Kukuhkan 38 Paskibraka Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Bantu Pembangunan 20 Masjid dan 5 Pesantren

LPS Ingatkan Nasabah: Simpanan hingga Rp2 Miliar Dijamin, Tapi Ada Syarat 3T

Sebelumnya muncul pula cerita tentang sebuah penggilingan padi yang konon menghasilkan dua triliun. Angka dua triliun tentu membuat orang biasa terdiam. Petani yang setiap musim menunggu hasil panen, buruh yang mengangkat karung, pedagang yang menghitung keuntungan receh, dan keluarga yang harus membagi penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari mungkin akan bertanya-tanya: penggilingan padi macam apa yang bisa menghasilkan uang sebanyak itu?. Ditambah keseruan lagi sawah satu hektar bisa menghasilkan padi 40 ton sekali musim. Entah pupuknya pakai kimia apa organik.

Lalu datang berita lain yang tidak kalah fantastis. Dalam satu tahun, ribuan jembatan dibangun, bahkan disebut lebih dari tiga ribu. Angka itu begitu besar sehingga cerita pembangunan mulai terdengar seperti kisah kesaktian masa lalu Bandung Bondowoso yang membangun Candi Seribu Buah dalam satu malam. Bedanya, dahulu kesaktian menjadi bagian dari legenda, sedangkan sekarang angka-angka itu hadir dalam pernyataan resmi, unggahan media sosial, potongan video, dan percakapan warung kopi.

Paling seru ucapan terakhir dari Sang Pemimpin, guna membantu menaikkan kesejahteraan petani, nantinya beras tidak akan di jual kiloan, akan tetapi bijian. Harga ditetapkan satu biji beras harganya seribu rupiah. Tampaknya pemimpin ini menggebu-gebu ingin membantu petani, sehingga lupa bahwa makanan pokok itu saat ini dijual kiloan saja harganya sudah tidak terkejar dengan upah harian yang diperoleh warganya.
Di titik itulah kita perlu berhenti sejenak. Apakah semua ini mimpi..ya..?.

Mimpi adalah sesuatu yang boleh setinggi langit. Ia memberi manusia keberanian untuk membayangkan kehidupan yang lebih baik. Dalam mimpi, kemarau dapat berubah menjadi hujan, pekerjaan sederhana dapat dihargai tinggi, usaha kecil dapat berkembang luar biasa, dan pembangunan dapat berlangsung cepat. Tidak ada yang salah dengan mimpi. Sebuah bangsa bahkan membutuhkan mimpi agar tidak berjalan tanpa arah.

Tetapi mimpi berbeda dengan kenyataan. Kenyataan memiliki ukuran, catatan, bukti, proses, dan pertanggungjawaban. Kenyataan tidak cukup hanya dengan angka besar. Jika sebuah penghasilan disebut mencapai ratusan ribu, harus jelas periode dan mekanismenya. Jika sebuah usaha dikatakan menghasilkan triliunan, perlu diketahui apa yang dimaksud dengan “menghasilkan”: omzet, pendapatan kotor, laba, atau nilai transaksi? Jika ribuan jembatan disebut selesai dibangun, masyarakat berhak mengetahui di mana saja jembatan itu berada, berapa panjangnya, berapa biayanya, dan apakah benar sudah dapat digunakan. Jika harga beras dibuat perbiji, lalu bagaimana menghitung bubur satu mangkok; semua harus jelas parameternya.
Sebab angka tanpa konteks dapat menjadi sulap. Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia memeriksanya, masyarakat memang mudah dibuat terpukau. Satu potongan video dapat menjadi keyakinan. Satu kalimat dapat berubah menjadi kesimpulan. Satu angka dapat dibagikan ribuan kali sebelum siapa pun sempat bertanya dari mana angka itu berasal.
Di sinilah istilah “halu” menjadi menarik.

Halusinasi bukan sekadar melihat sesuatu yang tidak ada. Dalam kehidupan sosial, halusinasi bisa berarti ketika kita terlalu percaya pada gambaran indah sampai lupa memeriksa kenyataan di sekitar. Ketika cerita tentang kemakmuran terdengar lebih nyata daripada isi dompet. Ketika statistik pembangunan lebih dipercaya daripada jembatan yang masih rusak. Ketika janji kesejahteraan terasa lebih kuat daripada pengalaman sehari-hari masyarakat.

Sebuah negeri yang baik bukanlah negeri yang selalu menceritakan dirinya hebat. Negeri yang baik adalah negeri yang berani memperlihatkan kenyataan apa adanya: ketika berhasil, ia menunjukkan hasilnya; ketika gagal, ia mengakuinya; ketika memiliki masalah, ia memperbaikinya.
Maka, ketika kita mendengar cerita tentang utusan menuju langit, pengupas bawang bergaji ratusan ribu, penggilingan padi bernilai triliunan, dan ribuan jembatan yang dibangun dalam setahun, harga beras satu biji seribu rupiah; barangkali kita tidak perlu langsung tertawa, apalagi langsung percaya.
Cukup tanyakan dengan satu kata:…. mana buktinya?

Jika semua itu benar, berarti kita sedang menyaksikan mimpi yang berhasil menjadi kenyataan. Tetapi jika angka-angka itu hanya indah diucapkan dan tidak ditemukan jejaknya di kehidupan nyata, mungkin kita sedang hidup dalam sebuah halusinasi kolektif.
Untuk dipahamkan bahwa negeri ini tidak membutuhkan cerita yang semakin besar. Negeri ini membutuhkan kenyataan yang semakin baik. Sebab rakyat tidak hidup dari angka. Rakyat hidup dari nasi di meja, upah yang cukup, jalan yang dapat dilewati, jembatan yang benar-benar berdiri, air yang mengalir, dan hujan yang turun ketika sawah membutuhkannya. Itulah batas antara mimpi dan halu: mimpi bisa saja memiliki arah menuju kenyataan, sedangkan halu berhenti pada cerita. Walaupun ada Jurnalis senior berkomentar dengan aksen khas daerah ORA KOPLAK ORA KEPENAK….entahlah; apakah uraian semua di atas adalah bentuk kekoplak-an ?… Semoga kita masih waras semua saat memperingati Hari Kemerdekaan yang ke 81 ini. (R-1)

Previous Post

Eva Dwiana Kukuhkan 38 Paskibraka Bandar Lampung

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Halu Atau Mimpi
  • Eva Dwiana Kukuhkan 38 Paskibraka Bandar Lampung
  • Pemkot Bandar Lampung Bantu Pembangunan 20 Masjid dan 5 Pesantren
  • LPS Ingatkan Nasabah: Simpanan hingga Rp2 Miliar Dijamin, Tapi Ada Syarat 3T
  • LPS Kemas Lampung Financial Festival Meriah, Edukasi Keuangan Hadir dengan Konsep Atraktif

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist