PORTALLNEWS.ID (Pesawaran) – Uniroh masuk ke dalam salah satu kelas Pondok Keseteraan PKBM Pesona Pulau Tegal yang tengah berlangsung pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dia melihat ke layar monitor di depan kelas yang menampilkan materi dan praktik pengoperasian microsoft excel dalam mengolah dan menghitung data numerik. Kemudian, mengedarkan pandangannya kepada para siswa yang serius menyimak penjelasan guru, dan sesekali bertanya tentang materi yang tidak dipahami.
Begitulah kegiatan supervisi yang dilakukan Uniroh pada Jumat, 25 September 2026, di Pondok Kesetaraan Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran yang menjadi salah satu kelompok belajar (Pokjar) dari PKBM Pesona Pulau Tegal.
Selaku Ketua Yayasan Pesona Siygh Hati yang menaungi PKBM Pesona Pulau Tegal, Uniroh harus memastikan proses pembelajaran berlangsung profesional dan interaktif. Usai kegiatan pembelajaran, Uniroh memberikan masukan kepada sang guru agar lebih menguatkan praktik kepada siswa menggunakan fasilitas laptop yang ada di PKBM melalui metode kelompok.
“Sekarang tugas saya lebih ke pengawasan dan supervisi untuk memastikan bahwa pembelajaran di empat Pokjar kami, yaitu Pokjar Pulau Tegal, Pokjar Desa Gebang, Pokjar Srengsem dan Pokjar Talang Mulya berlangsung dengan baik dan berkualitas,”ujar Uniroh.
Dia membangun hubungan yang egaliter dengan para tutor PKBM sehingga proses evaluasi dan masukan-masukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran diterima dan ditindaklanjuti oleh para tutor dengan baik. Pada empat Pokjar tersebut, terdapat 10 tutor yang mengajar 92 siswa untuk semua jenjang, mulai Paket A, Paket B dan Paket C.
PKBM Pesona Pulau Tegal telah beroperasional sejak September 2016. Saat ini sudah satu dekade perjalanan Uniroh mengabdikan diri membangun ruang dan akses bagi anak-anak putus sekolah agar bisa mendapatkan hak pendidikan secara layak dan memiliki asa untuk masa depan yang lebih baik.
Uniroh yang berprofesi sebagai guru dan berpengalaman sebagai kepala sekolah di SMP negeri Pesawaran ini, tidak ingin pengabdiannya sebagai seorang pendidik ikut berakhir ketika masa pensiun datang.
“Saya boleh berhenti menjadi PNS, tetapi tidak boleh berhenti menjadi guru,” ujar Uniroh yang akan memasuki masa pensiun pada Juli 2027 mendatang.
Gunakan Uang Sertifikasi
Tekad untuk menjadi guru hingga akhir hayat itu mendorong Uniroh membangun Pondok Kesetaraan di Desa Gebang di atas lahan miliknya sendiri. Lahan tersebut dia beli secara bertahap menggunakan uang sertifikasi gurunya, dan didukung oleh sang suami yang juga berprofesi sebagai pendidikan, yakni dosen di Univesitas Lampung. Kini Uniroh memiliki lahan seluas 2.000 meter yang akan dia kembangkan menjadi fasilitas pendidikan bagi anak-anak putus sekolah di sekitar wilayah Pesawaran.
Pondok Kesetaraan Desa Gebang mulai dibangun pada 2025. Saat ini sudah memiliki dua ruang kelas dan satu ruang guru, serta sedang berlangsung pembangunan masjid yang sudah masuk tahap finishing. Pondok Kesetaraan juga dimanfaatkan untuk menjadi ruang belajar bagi semua siswa di Pokjar yang hadir tatap muka dua kali seminggu, setiap Jumat dan Sabtu.
Uniroh ingin semua siswa PKBM merasakan fasilitas pendidikan yang layak, seperti ruang kelas yang nyaman dilengkapi kursi dan meja belajar, memiliki LCD pembelajaran, fasilitas internet, serta para tutor profesional yang semuanya memiliki kualifikasi sarjana, bahkan ada yang magister.
“Jadi, di Pokjar lain itu, seperti Pulau Tegal, dan Talang Mulya itu sifatnya kita menumpang. Pulau Tegal memang ada rumah belajar, tetapi itu menumpang di tanah milik orang lain, sementara pembelajaran di Talang Mulya dilakukan di ruang yang dipinjamkan oleh kepala desanya kepada kami,” jelas Uniroh.
Terkait Pokjar Srengsem, kata Uniroh, bentuknya adalah kerja sama atau MoU dengan Pondok Pesantren Assalafiyah II di Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung sejak 2023 lalu. Dalam MoU tersebut disepakati PKBM Pesona Pulau Tegal memberikan pelayanan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C bagi para santri pondok. Kerja sama ini difasilitasi oleh PT Bukit Asam Pelabuhan Tarahan untuk mengantisipasi anak-anak putus sekolah di wilayah Ring 1 program Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA.

Cetak Generasi Perempuan Berkualitas
Uniroh mengatakan, Pondok Keseteraan PKBM Pesona Pulau Tegal di Desa Gebang akan terus dia kembangkan. Pada lahan 2.000 meter tersebut akan dibangun asrama putri, lahan kebun, kolam ikan, dan fasilitas lainnya untuk membangun keterampilan dan kemandirian siswa.
“Saya ingin ini nanti menjadi Pondok Kesetaraan Putri, jadi kami menyediakan asrama bagi siswa putri di sini, sedangkan untuk siswa putra bentuk full day atau tidak menginap,” kata Uniroh.
Alasannya, lanjut Uniroh, dia ingin mencetak generasi perempuan yang tangguh dan berkualitas. Sebab dia melihat, pada masyarakat marginal, perempuan menjadi korban paling rentan karena mereka dipaksa menikah pada usia dini atau bekerja sebagai buruh rumah tangga. Uniroh ingin memutus “lingkaran setan” itu dengan memberikan pendidikan akademik dan keterampilan hidup kepada para siswa putri.
“Mereka nanti tidak harus menjadi PNS, pegawai, atau karyawan, tetapi dengan bekal kualitas pemikiran yang mereka miliki, maka mereka bisa menjadi ibu yang memiliki pola pengasuhan yang baik dan mendorong anak-anak mereka berpendidikan tinggi untuk kehidupan yang berkualitas,” jelas Uniroh.
Dia menargetkan Pondok Keseteraan Putri akan mulai membuka penerimaan siswa baru pada tahun pelajaran 2027/2028 mendatang. Di tahap awal, terdapat kuota bagi 40 siswa baru yang dapat mendaftar dan belajar secara gratis di Pondok Kesetaraan Putri PKBM Pesona Pulau Tegal tersebut. (RINDA/R-1)


Recent Comments