PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa masa depan dan kemajuan Provinsi Lampung sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan peran para pendidik.
Hal tersebut disampaikan Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan arahan kepada seluruh kepala sekolah dalam kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Tahun 2027 Satuan Pendidikan Jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Lampung di Hotel Soeltan Luxe, Kamis (4/6/2026).
Di hadapan ratusan kepala sekolah, Gubernur mengatakan ruang kelas merupakan tempat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sekaligus menentukan arah pembangunan Lampung menuju Indonesia Emas 2045.
“Masa depan Provinsi Lampung itu bukan di tangan kantor Gubernur Lampung atau Dinas Pendidikan Lampung. Masa depan Provinsi Lampung itu ada di ruang kelas Bapak Ibu sekalian semua. Makmur enggaknya, miskin enggaknya, maju enggaknya Provinsi Lampung itu bukan di kami, tapi ada di ruang kelas Bapak Ibu sekalian,” ujar Gubernur.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dalam mengelola potensi yang dimiliki.
Lampung memiliki potensi besar, khususnya di sektor pangan. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena masih perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas SDM.
Karena itu, Gubernur meminta kepala sekolah dan guru melakukan pembenahan pendidikan menengah secara fundamental. Salah satu target utama yang ditekankan ialah mewujudkan zero drop out atau nol putus sekolah pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Lampung berkomitmen memanfaatkan dana zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) guna membantu biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
Selain mencegah putus sekolah, Gubernur menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan peningkatan jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Saat ini, persentase lulusan pelajar Lampung yang melanjutkan ke perguruan tinggi tercatat sekitar 22 persen, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 28 persen.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah yang berhasil mengantarkan siswa melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Kepala SMA Negeri 14 Bandar Lampung, Hendra Putra, mendapat penghargaan setelah berhasil mengantarkan 100 persen siswanya masuk PTN.
Penghargaan juga diberikan kepada Kepala SMA Negeri 1 Tegineneng, Meri Juwita, yang berhasil meloloskan 99 persen siswanya ke PTN dan dunia kerja internasional.
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur memberikan beasiswa pendidikan penuh bagi anak Hendra Putra serta hadiah ibadah umrah kepada Meri Juwita.
Gubernur berharap para kepala sekolah dan guru menjalankan peran pendidikan dengan ketulusan serta memberikan perhatian terhadap masa depan setiap peserta didik.
“Saya titip harapan orang tuanya di sekolah-sekolah Bapak Ibu sekalian. Tolong bantu saya, didik anak-anak murid kita dengan hati, dengan kasih sayang, dan ketulusan. Ini adalah tugas khusus kita untuk melahirkan generasi emas,” pungkasnya.
Melalui penguatan kualitas pendidikan, pencegahan putus sekolah, peningkatan akses ke perguruan tinggi, serta pendidikan karakter, Pemprov Lampung menargetkan lahirnya sumber daya manusia yang mampu menjadi fondasi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
