PORTALLNEWS.ID ( Bandar Lampung ) – Pemerintah Provinsi Lampung memetakan kebutuhan air permukaan di berbagai sektor sebagai langkah mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung dengan mendata kebutuhan air sektor pertanian, perkebunan, industri, peternakan, pertambangan, pembangkit listrik, hingga kebutuhan air baku masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara terencana dan berbasis data untuk menjaga ketahanan pangan serta keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah.
“Fenomena El Nino yang terjadi secara berkala telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan. Debit sungai mulai menurun, embung mengalami penyusutan volume air lebih cepat, kebutuhan air baku meningkat, sehingga pertanian, industri, perkebunan, peternakan, pertambangan, pembangkit listrik hingga sektor usaha lainnya ikut terdampak,” ujar Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Yanyan Ruchyansyah saat membacakan sambutan Gubernur dalam kegiatan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, Khususnya Fenomena El Nino, di Balai Keratun, Kamis (6/8/2026).
Menurut Yanyan, pemetaan kebutuhan air penting dilakukan karena Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Pada saat yang sama, pertumbuhan sektor industri dan perkebunan turut meningkatkan kebutuhan air.
“Semakin lengkap dan akurat data yang kita miliki, maka semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun untuk melindungi masyarakat, dunia usaha, serta keberlanjutan pembangunan daerah,” katanya.
Data hasil pendataan nantinya digunakan untuk menyusun peta kebutuhan air secara komprehensif, termasuk mengidentifikasi wilayah dan sektor yang berpotensi mengalami defisit air selama musim kemarau.
Pemetaan tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan mitigasi perubahan iklim serta prioritas pembangunan infrastruktur sumber daya air, seperti embung dan jaringan air.
Sekretaris Dinas PSDA Lampung Hermawan mengatakan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian karena berdasarkan informasi BMKG, anomali iklim El Nino berpotensi menurunkan curah hujan di bawah normal dan membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Sementara itu, Eva Nurhayati dari BMKG menyampaikan bahwa Juli 2026 diprakirakan menjadi salah satu periode yang sangat kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak 1991. Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga November 2026.
Hermawan mengatakan kebutuhan air di Lampung terus meningkat seiring berkembangnya berbagai sektor, antara lain pembangkit listrik, perkebunan, industri gula, tapioka, kelapa sawit, peternakan, dan pertambangan.
Karena itu, Pemprov Lampung meminta perusahaan dan instansi pengguna air menyampaikan data penggunaan air secara lengkap dan akurat. Data tersebut diperlukan untuk menghitung kebutuhan sekaligus memperkirakan ketersediaan air secara lebih tepat.
“Pendataan ini akan menjadi dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air, pengembangan infrastruktur seperti embung dan jaringan air, serta penyusunan kebijakan yang mendukung keberlanjutan sektor usaha dan pembangunan daerah,” ujar Hermawan.
Ia menegaskan mitigasi kekeringan harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan kelestarian lingkungan.
“Mitigasi ini bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan bentuk adaptasi yang wajib dilakukan demi menjaga keberlangsungan sektor usaha dan bisnis dalam jangka panjang. Langkah yang disusun harus adil, tidak mengganggu iklim investasi, namun tetap mampu menjaga kelestarian sumber daya air,” katanya.
Penguatan kebijakan berbasis data juga didukung pemanfaatan teknologi. Salah satunya melalui peluncuran Satelit Lampung 1 pada 5 Agustus 2026 yang diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan pembangunan secara lebih akurat.
Dengan pemetaan kebutuhan air tersebut, Pemprov Lampung berharap risiko kekurangan air dapat diantisipasi lebih awal, sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, melindungi sektor pertanian dan ketahanan pangan, serta memastikan kegiatan industri dan usaha tetap berjalan secara berkelanjutan.

Recent Comments