PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Enam bakal calon rektor (Bacarek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031 memaparkan visi, misi, dan program kerja kepada sivitas akademika Unila, Rabu, 28 Oktober 2026, di Gedung Serbaguna Unila.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemilihan rektor setelah keenam calon mengikuti sosialisasi di delapan fakultas pada 20–23 Oktober 2026.
Prof. Muhammad Akib, selaku Ketua Pelaksana Pilrek Unila, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menentukan pemimpin Unila yang berintegritas dan mampu membawa universitas lebih maju.
“Mudah-mudahan kita bisa menghasilkan pemimpin Unila masa depan periode 2027–2031, pemimpin yang berintegritas dan bisa membawa Unila lebih maju,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, keenam Bacarek menyampaikan visi, misi, dan program kerja dengan fokus pengembangan yang beragam, meliputi peningkatan mutu akademik, penguatan riset dan inovasi, pembenahan tata kelola, serta perluasan kerja sama dan reputasi internasional.
Bacarek nomor urut satu, Prof. Hamzah, mengusung visi menjadikan Unila sebagai universitas riset berstandar internasional yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Programnya mencakup pembaruan kurikulum, penguatan riset dan hilirisasi, pemerataan akses pendidikan, peningkatan tata kelola, serta perluasan kemitraan nasional dan internasional.
Sementara itu, Bacarek nomor urut dua, Dr. Budiyono, membawa gagasan Unila Go Beyond Achievement dengan fokus pada peningkatan mutu pendidikan, penelitian inovatif, transformasi digital, dan kewirausahaan. Program tersebut juga mencakup penguatan kolaborasi lintas disiplin, tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta internasionalisasi untuk memperluas reputasi Unila.
Bacarek nomor urut tiga, Prof. Warsito, menawarkan tiga arah transformasi, yaitu transformasi akademik menuju pengakuan global, transformasi tridarma yang berdampak, serta transformasi tata kelola yang berintegritas dan berkelanjutan. Program ini mencakup pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi, serta peningkatan kontribusi universitas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Adapun Bacarek nomor urut empat, Prof. Rudy, mengusung kerangka RISE Unila (Resilient, Innovative, Sustainable, dan Excellent). Programnya meliputi peningkatan kesejahteraan dan kompetensi sumber daya manusia, penguatan mutu akademik, pengembangan riset dan inovasi, digitalisasi tata kelola, serta keberlanjutan keuangan dan lingkungan kampus.
Berikutnya, Bacarek nomor urut lima, Prof. dr. Asep Sukohar, menawarkan transformasi perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdampak. Fokus programnya mencakup penguatan tata kelola, hilirisasi dan komersialisasi riset, diversifikasi sumber pendapatan universitas, pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN), penerapan konsep smart campus, serta pengembangan potensi dan kearifan lokal Lampung.
Sementara itu, Bacarek nomor urut enam, Prof. Anna Gustina Zainal, mengusung visi pengembangan Unila sebagai ekosistem hilirisasi inovasi yang berdaya saing dunia, berakar pada budaya, dan mendukung kemandirian bangsa. Programnya meliputi penguatan transparansi tata kelola, pengembangan sumber daya manusia dan penelitian, pembentukan pusat penelitian berbasis kepakaran, revitalisasi laboratorium, hilirisasi tridarma, serta penguatan budaya dan kenyamanan lingkungan kampus.
Seluruh rangkaian pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031 diharapkan dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyampaian visi, misi, dan program kerja ini menjadi upaya menentukan kepemimpinan universitas yang akan melanjutkan pengembangan Unila pada periode mendatang. (R-1)



Recent Comments