PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Rektor baru Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Elfahmi, berkomitmen membangun ekosistem riset dan inovasi yang berorientasi pada hilirisasi. Target tersebut dijadikan salah satu quick wins utama dalam program 100 hari kerja pertamanya memimpin Itera.
Hal itu disampaikan Prof. Elfahmi dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 1 Juli 2026. Pertemuan dengan para awak media ini berlangsung seusai prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari Rektor Itera periode sebelumnya, Prof. I Nyoman Pugeg Aryanta yang diselenggarakan di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera.
Menurut Elfahmi, dalam 100 hari kerja ke depan, dia akan melanjutkan berbagai program yang telah dirintis oleh rektor sebelumnya. Diantaranya melanjutkan pembangunan infrastruktur Itera, seperti Auditorium Itera. Lalu, meningkatkan kualifikasi akademik dosen dengan mendorong sekitar 600 dosen Itera untuk meraih gelar doktor, serta membangun ekosistem riset dan inovasi dengan luaran yang meghasilkan riset dan inovasi berdampak.
“Saya akan langsung secara informal menyapa dosen-dosen untuk berdiskusi, menyapa tendik, dan mahasiswa untuk membangun satu frekuensi memajukan Itera ke depan,” ujar Elfahmi.
Ia menekankan, melalui pengalamannya sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB yang telah berhasil melakukan hilirisasi dan komersialisasi hasil-hasil riset dosen ITB, maka hal yang sama akan dia lakukan di Itera.
“Saya di ITB diamanahi menjadi Direktur Riset dan Inovasi, jadi sudah banyak riset di ITB yang diimplementasikan di masyarakat dan bekerja sama dengan industri. Nah ini jadi quick wins saya juga di Itera,” tuturnya.
Ia mencontohkan, material farmasi yang sering diimpor oleh para peneliti dan industri Indonesia dari Jerman, kini sudah bisa dibeli di Indonesia yang merupakan hasil hilirisasi riset dosen ITB.
“Lebih dari 95 persen bahan baku bidang farmasi itu impor. Jadi saya sangat konsen betul untuk mensubsitusi produk-produk impor itu, mulai dari yang kecil-kecil. Biasanya para peneliti Indonesia, industri Indonesia itu beli material andrografolid di Sigma-Aldrich, Jerman. Sekarang sudah banyak yang membelinya dari Bandung, Indonesia. Ini sebuah kebangaan dan ini yang akan kita copy-paste untuk diterapkan di Itera,” jelasnya.
Menurut Elfahmi, kondisi ini memperkuat paradigma pimpinan perguruan tinggi bahwasanya perguruan tinggi itu bukan hanya mencetak SDM-SDM unggul, tapi juga menghasilkan riset-riset yang bermanfaat untuk masyarakat.
Ditambah lagi, Lampung memiliki sumber daya alam yang luar biasa, terdapat berbagai komoditas unggulan seperti padi, kopi, jagung, dan singkong, yang semua hasil risetnya dimiliki oleh ITB dan Itera.
Dia menyatakan akan menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi lain, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, serta dunia usaha dan industri untuk menghilirisasi hasil-hasil riset dosen Itera tersebut.
“Riset-riset aplikatif ditambah dengan dosen-dosen muda Itera yang memiliki energi sangat besar, akan mendorong kita untuk berlari membawa Itera maju dan berkelas dunia sejajar dengan ITB,” kata Elfahmi.
Sementara itu, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Elfahmi yang telah resmi dilantik sebagai Rektor Itera periode 2026–2030.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas dukungan selama masa kepemimpinannya serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan yang belum dapat dipenuhi.
“Mari bersama-sama kita dukung kepemimpinan baru demi membawa Itera menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan berkontribusi bagi pembangunan Sumatera, Indonesia, hingga tingkat global,” ujarnya.
Prosesi sertijab rektor Itera disaksikan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Turut hadir Rektor Itera periode 2021–2022 Prof. Mitra Djamal, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung, para mitra dan pemangku kepentingan, serta sivitas akademika dan tenaga kependidikan Itera. (RINDA/R-2)

Recent Comments