PORTALLNEWS.ID (Lampung Selatan) – Senat Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengumumkan tiga nama calon rektor Itera periode 2026-2030 yang lolos penyaringan dari lima bakal calon rektor. Pengumuman dilakukan melalui konferensi pers, Selasa, 21 April 2026, di Aula Gedung A Kampus Itera.
Tiga calon rektor tersebut adalah Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mendulang perolehan suara tertinggi 31,37%, menyusul Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., dari ITB di posisi kedua dengan perolehan 21,57% suara, serta Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di posisi ketiga dengan perolehan 17,65% suara.
Sedangkan dua kandidat lainnya tidak lolos tiga besar, yaitu Prof. Ismunandar, Ph.D., dari ITB mendapat 15,69% suara, dan Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU., dari Universitas Sumatera Utara (USU) mendapat 13,72% suara.
Ketua Senat Itera, Dr. Sunarsih menyampaikan, hari ini, senat Itera telah melakukan penyaringan dari lima bakal calon rektor menjadi tiga calon rektor. Tiga nama calon rektor Itera tersebut akan dikirim ke Kementerian untuk menjadi acuan pemilihan rektor Itera pada 20 Mei 2026 mendatang.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada lima bakal calon rektor yang telah berjuang dengan bermartabat dan berintegritas dalam pilrek Itera,” ujarnya.
Sunarsih memaparkan, kemarin telah diselenggarakan penyampaian visi-misi lima bakal calon rektor di depan ratusan sivitas akademika Itera melalui forum terbuka.
“Pada uji publik ini, kami dari senat menilai kemampuan leadership para bakal calon rektor, kesesuaian visi-misi dengan renstra (rencana strategis) dan renip (rencana induk pengembangan) Itera, serta potensi program-program kerja yang kami nilai rasional untuk dieksekusi,” jelas Sunarsih.
Selanjutnya, tadi pagi, para anggota senat bersama lima bakal calon rektor melaksanakan “campus tour” untuk mengenalkan lingkungan Itera kepada kandidat, dilanjutkan dengan “deeptalk” dengan masing-masing kandidat secara tertutup. Siangnya, sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan pemungutan suara dalam rapat senat tertutup.
“Deeptalk ini dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang tidak bisa diuji secara publik, jadi sifatnya personal dan tidak bisa kami sampaikan ke publik,” kata Sunarsih.

Rektor Itera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha menambahkan, secara umum, deeptalk memiliki banyak pertanyaan yang bisa menggambarkan kesungguhan hati para kandidat untuk mengabdi dan siap mewakafkan dirinya membangun Itera.
“Dari situ anggota senat bisa menggali dan menilai genuine setiap kandidat, termasuk eksperesi, body language, semuanya, yang menggambarkan kesungguhan dan ketulusan untuk membangun Itera,” tutur Prof Pugeg Aryantha.
Penyaringan tiga calon rektor berlangsung dinamis dan perolehan suara setiap kandidat juga beda tipis karena setiap kandidat berpotensi menjadi nahkoda bahtera Itera.
Pugeg menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat dan mengucapkan selamat kepada tiga calon rektor terpilih.
“Penyaring ini sangat proporsional, transparan dan kredibel, benar-benar dari hati nurani para anggota senat,” tutur Pugeg.
Sementara, Ketua Pilrek Itera periode 2026-2030, Abdul Rajak menyampaikan, pemungutan suara melalui sidang senat tertutup dihadiri oleh semua anggota senat Itera yang berjumlah 17 orang.
“Semua anggota senat hadir dan telah memberikan hak suaranya pada pemilihan tiga calon rektor Itera,” ujar Abdul Rajak. (RINDA/R-1)

Recent Comments