• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
  • Login
Portallnews.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Portallnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Negeri (para) Maling

Refleksi

by portall news
May 22, 2026
in Headline
Negeri (para) Maling

Prof. Dr. Sudjarwo, M.S.

119
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati

PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Hastinapura dalam kisah pewayangan sering dijadikan tamsil tentang sebuah negeri besar yang perlahan hancur karena para punggawanya lebih mencintai kekuasaan daripada keadilan. Istana yang dahulu dipenuhi sumpah pengabdian akhirnya berubah menjadi tempat lahirnya tipu daya, keserakahan, dan pengkhianatan. Para pejabat tidak lagi memandang jabatan sebagai amanah, melainkan kesempatan untuk menumpuk harta dan memperkaya keluarga sendiri.

Rakyat dipaksa bekerja keras demi membayar kewajiban kepada negara, tetapi hasilnya justru dinikmati segelintir orang yang hidup mewah di balik pagar kekuasaan. Dari situlah muncul sebutan negeri para maling yang perlahan menghancurkan martabat bangsanya sendiri. Kejujuran dianggap kelemahan, sedangkan kelicikan dipuji sebagai kecerdasan paling menguntungkan.

Baca Juga

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lampung, Gubernur Beri Nama

Jurnalis Tempo TV Andre Alami Luka-Luka Disiksa Tentara Israel

TK Al Kautsar Juara Umum LMC XI, Rebut Piala Menteri Pariwisata

Di negeri seperti itu, para maling bukan pencuri biasa yang bergerak pada malam hari sambil memecahkan jendela rumah warga. Mereka mencuri melalui meja rapat, berkas anggaran, proyek pembangunan, dan tanda tangan para pejabat tinggi. Uang yang seharusnya dipakai membangun sekolah, rumah sakit, jalan desa, serta irigasi pertanian justru mengalir menuju rekening pribadi dan pesta mewah keluarga penguasa. Di depan rakyat mereka berbicara tentang pengabdian, moralitas, dan kesejahteraan bersama, tetapi diam diam mereka membagi hasil rampokan kepada kelompok sendiri. Kejahatan akhirnya dilakukan secara rapi, sistematis, dan terlindungi oleh kekuasaan yang sulit disentuh hukum. Banyak pejabat bahkan tetap tersenyum ketika tertangkap mencuri.

Menyedihkan lagi dari negeri para maling adalah hilangnya rasa malu dalam kehidupan publik. Dahulu seorang pencuri akan menundukkan kepala ketika kejahatannya terbongkar, tetapi kini para koruptor negara Hastina justru masih mampu melambaikan tangan kepada wartawan sambil tersenyum bangga. Sebagian masyarakat akhirnya terbiasa menyaksikan kebohongan dan pencurian yang dilakukan terang terangan oleh orang berkuasa. Korupsi dianggap sebagai kebiasaan biasa yang tidak mungkin dihapuskan dari pemerintahan. Ketika kejahatan terus dilakukan tanpa rasa bersalah, nilai moral perlahan kehilangan makna. Orang jujur dianggap terlalu polos untuk bertahan hidup, sedangkan mereka yang licik justru dipandang cerdas dan pantas memperoleh kekuasaan lebih besar dalam kehidupan bernegara seharihari.

Budaya maling kemudian menyebar ke berbagai lapisan masyarakat karena rakyat selalu meniru perilaku para pemimpinnya. Ketika pejabat bebas memperkaya diri sendiri tanpa hukuman setimpal, masyarakat kecil kehilangan teladan tentang kejujuran. Ada pegawai yang mencuri waktu kerja, ada pedagang yang mengurangi timbangan, ada aparat yang menerima suap, dan ada pula orang yang mengkhianati sahabat demi keuntungan pribadi. Kejahatan kecil tumbuh dari contoh kejahatan besar yang dilakukan para penguasa. Negeri itu akhirnya berubah menjadi tempat ketika kelicikan dipandang sebagai kecerdikan, sedangkan kejujuran dianggap penghambat keberhasilan hidup. Dalam keadaan seperti itu, rasa saling percaya perlahan menghilang dari kehidupan masyarakat seharihari yang semakin keras.

Akibat paling nyata dari pemerintahan para maling selalu dirasakan rakyat kecil yang tidak memiliki kekuasaan ataupun perlindungan. Mereka harus menghadapi harga kebutuhan yang terus meningkat, lapangan pekerjaan yang semakin sempit, pendidikan mahal, dan pelayanan kesehatan yang sulit dijangkau. Sementara itu, para elit sibuk membangun rumah mewah, membeli kendaraan mahal, dan memperluas pengaruh politik demi mempertahankan kedudukan mereka.

Ketimpangan sosial semakin tajam karena kekayaan negara hanya berputar di sekitar lingkaran kekuasaan. Hukum juga kehilangan wibawa sebab sering tajam kepada rakyat kecil, tetapi tumpul kepada para pejabat kaya yang mampu membeli perlindungan melalui uang dan hubungan politik. Akibatnya, keadilan terasa semakin jauh.

Hastinapura menjadi tamsil penting bahwa kehancuran sebuah negeri sering dimulai dari rusaknya moral para pemimpinnya. Sebesar apa pun kekuasaan yang dimiliki, sebuah bangsa tidak akan mampu bertahan apabila dipenuhi manusia tamak yang menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi. Keserakahan melahirkan pengkhianatan, pengkhianatan melahirkan ketidakadilan, sedangkan ketidakadilan akan memancing kemarahan sosial yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Rakyat mungkin diam karena takut atau lelah menghadapi keadaan, tetapi luka akibat ketidakadilan tidak pernah benar benar hilang dari ingatan mereka. Ketika kepercayaan rakyat terhadap negara runtuh, kehancuran besar biasanya datang tanpa mampu dihentikan oleh pidato para penguasa ataupun janji pembangunan yang terdengar indah.

Meski keadaan terlihat suram, harapan sebenarnya belum sepenuhnya hilang dari negeri para maling. Selalu ada orang jujur yang tetap mempertahankan nurani meskipun sering diejek, disingkirkan, atau diancam oleh kekuasaan. Mereka mungkin tidak memiliki jabatan tinggi ataupun kekayaan besar, tetapi keberanian mereka menjaga kebenaran menjadi cahaya bagi masa depan masyarakat.

Perubahan tidak selalu lahir dari istana atau ruang pemerintahan, melainkan sering muncul dari keberanian rakyat kecil yang menolak ikut mencuri hak sesamanya. Selama masih ada manusia yang menghargai kejujuran dan keadilan, negeri itu sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri sebelum kehancuran benar benar datang menghancurkan seluruh sendi kehidupan bersama.

Pada akhirnya, sebuah bangsa tidak ditentukan oleh luas wilayah ataupun banyaknya sumber daya alam yang dimiliki, melainkan oleh moral manusia yang menjalankan kehidupan negara setiap hari. Negeri yang dipenuhi pejabat tamak akan perlahan hancur dari dalam karena para penjaganya sibuk merampok kekayaan bersama. Sebaliknya, bangsa yang menghargai amanah dan kejujuran memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan menghadapi berbagai krisis. Negeri para maling hanya dapat diselamatkan apabila masyarakat berani menolak budaya korupsi dalam segala bentuk kehidupan. Jika rakyat terus memuja pencuri yang berkuasa, kehancuran akan datang perlahan seperti kisah Hastinapura yang runtuh akibat keserakahan para punggawanya sendiri. Salam Waras. (R-1)

Previous Post

Jurnalis Tempo TV Andre Alami Luka-Luka Disiksa Tentara Israel

Next Post

Babinsa Sulap Gudang Pakan Jadi Rumah Belajar Gratis

Next Post
Babinsa Sulap Gudang Pakan Jadi Rumah Belajar Gratis

Babinsa Sulap Gudang Pakan Jadi Rumah Belajar Gratis

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lampung, Gubernur Beri Nama

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lampung, Gubernur Beri Nama

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lampung, Gubernur Beri Nama
  • Babinsa Sulap Gudang Pakan Jadi Rumah Belajar Gratis
  • Negeri (para) Maling
  • Jurnalis Tempo TV Andre Alami Luka-Luka Disiksa Tentara Israel
  • Perwanti Lampung Diminta Perkuat Kiprah Lewat Program Kreatif

Recent Comments

  • portall news on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
  • Icha on British Propolis Dapat Mengobati Berbagai Penyakit Ini
Portallnews.id

© 2020 Portallnews.id

PORTALLNEWS.ID hadir ke tengah masyarakat memberikan sajian berita yang berkualitas dan berimbang.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Hukum & Kriminal
  • E-Magazine
  • Politik
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Kesehatan
  • Ekonomi

© 2020 Portallnews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist