PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Universitas Lampung (Unila) turut mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Rachmat Pambudy, pada kunjungan kerja ke PT Budi Starch & Sweetener Tbk., Gunung Batin, Lampung Tengah, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kehadiran Unila pada kegiatan ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan industri dalam mengembangkan riset dan inovasi komoditas singkong, sesuai status yang telah diamanahkan kepada Unila sebagai National Cassava Center (NCC).
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengatakan, keberhasilan pengembangan singkong nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produktivitas, tetapi juga penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.
Pengembangan hilirisasi juga perlu diarahkan untuk memperkuat peran riset dan inovasi dalam menghasilkan produk bernilai tambah.
“Bagian-bagian ini menjadi kawalan kami sebenarnya, bagaimana National Cassava Center yang didirikan dapat memajukan, tidak saja mendorong hilirisasi yang lebih baik, tetapi juga kerja sama yang semakin kuat antara dunia usaha dan universitas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut semakin menegaskan peran NCC Unila sebagai pusat kolaborasi nasional yang mengintegrasikan riset, inovasi, industri, dan petani dalam pengembangan singkong Indonesia. Melalui NCC, Unila mendorong peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan penerapan Good Agricultural Practices guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara Unila dan Sungai Budi Group juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan inovasi berbasis kebutuhan industri. Sinergi tersebut memungkinkan hasil penelitian dan pengembangan teknologi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat diterapkan secara nyata, sekaligus memperkuat ekosistem singkong nasional yang berkelanjutan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Presiden Komisaris Sungai Budi Group, Widarto, menyampaikan bahwa berbagai inovasi dan praktik industri berkelanjutan terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan memperkuat daya saing nasional.
“Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai proses produksi, pengembangan teknologi, serta berbagai upaya yang telah dan terus kami lakukan dalam mendukung ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan peningkatan daya saing nasional,” ujarnya.
Kolaborasi antara Unila dan Sungai Budi Group juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Sinergi tersebut memperkuat ekosistem pengembangan singkong nasional melalui keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam satu rantai kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan singkong diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Upaya tersebut sekaligus menegaskan peran Unila dalam menghadirkan riset dan inovasi yang mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (R-1)






Recent Comments