PORTALLNEWS.ID (Bandar Lampung) – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kuliah umum bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai pentingnya pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan dalam upaya mencegah penyebaran paham ekstremisme.
Kuliah umum dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Menghadirkan Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., sebagai narasumber utama.
Kegiatan dihadiri Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi BNPT Irjen Pol. Wawan Ridwan, Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT Irjen Pol. Arif Makhfudiharto, serta perwakilan Gubernur Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Firsada.
Turut hadir jajaran pimpinan Unila, para wakil Rektor, jajaran pimpinan BNPT, serta peserta kuliah umum.
Rektor Prof. Lusmeilia Afriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Unila dan BNPT. Ia menekankan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang tidak hanya terbatas pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan etika kebangsaan.
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memperluas pemahaman sivitas akademika mengenai pencegahan ekstremisme serta mendorong terciptanya lingkungan kampus yang aman dan berwawasan kebangsaan. Ia juga menyampaikan harapan agar kuliah umum tersebut dapat memperkuat peran generasi muda dan institusi pendidikan dalam menjaga keberagaman serta merawat persatuan bangsa.
Sebelum pemaparan materi utama, kegiatan diisi dengan penayangan trailer film mengenai pencegahan ekstremisme. Sesi tersebut dilanjutkan dengan penjelasan mengenai film oleh Ken Setiawan, pendiri NII Crisis Center, yang memberikan konteks mengenai isu yang diangkat serta pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham ekstremisme.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang dipandu moderator Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami perkembangan terorisme di Indonesia, termasuk perubahan pola penyebaran paham ekstremisme yang memanfaatkan ruang digital.
Dalam pemaparannya, dibahas bagaimana internet dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda, melakukan perekrutan, serta membangun pengaruh melalui konten dan interaksi daring. Peserta juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi atau ajakan yang diterima, melainkan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
Selain membahas ancaman di ruang digital, sesi kuliah umum juga menyoroti pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Perbedaan latar belakang dan bahasa daerah menjadi bagian dari identitas nasional yang perlu dihargai dan dirawat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui kegiatan ini, Unila berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya pendidikan karakter, literasi digital, dan etika kebangsaan sebagai bagian dari upaya pencegahan paham ekstremisme. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk bersikap kritis terhadap informasi, menghargai keberagaman, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.






Recent Comments